Hukum & Kriminal

Narapidana di Salah Satu Lapas di Jawa Timur Kendalikan Peredaran Narkoba

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto Kota mengungkap, jika narapidana di salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Timur mengendalikan peredaran narkoba. Ini setelah anggota Satnarkoba Polres Mojokerto Kota mengamankan salah satu tersangka.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiono mengatakan, salah satu tersangka berinisial A merupakan jaringan dari pengedar narkoba dalam Lapas. “Ada Lapas di Jatim diindikasi merupakan dari jaringan pengedar tersebut,” ungkapnya, Selasa (12/2/2019).

Masih kata Kapolresta, narapidana di dalam Lapas masih bisa mengendalikan penjualan atau pengedaran gelap narkoba di luar Lapas. Prioritas dari seluruh jajaran penegak hukum di Jatim, tegas Kapolresta, untuk lebih memperketat pengawasan baik di dalam maupun luar Lapas.

“Hasil pemeriksaan tersangka, diketahui jika tersangka mengaku yang bersangkutan dihubungi penghuni untuk menjual atau mengedar narkoba dari dalam Lapas. Sistem ranjau masih digunakan seperti biasa dan mendapatkan keuntingan. Jaringan komunikasi terus berubah sehingga tidak mudah dilacak,” katanya.

Kapolresta menambahkan, dari 16 tersangka penyalahgunaan narkoba ternyata ada jaringan kekeluargaan. Yakni antara menantu dan mertua yang diamankan di sebuah kamar kos. Tak hanya itu, juga ada dua residivis yang kembali ditangkap dengan perkara.

Sebanyak 16 tersangka penyalahgunaan narkoba berhasil diungkap anggota Satnarkoba Polres Mojokerto Kota beserta polsek jajaran. Sebanyak 16 tersangka tersebut diamankan dari 11 kasus di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota dalam Operasi Tumpas Semeru 2019.

Tidak hanya peredaran narkoba, dalam Operasi Tumpas Semeru 2019 tersebut aparat kepolisian juga menyasar terhadap peredaran minuman keras (miras). Ada lima kasus tindak pidana ringan (tipiring), lima tersangka dengan barang bukti berupa delapan botol bir dan dua liter arak.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar