Hukum & Kriminal

Napi Terima Kiriman Pil Double L Belum Bisa Dijerat Pidana

Napi Lapas Klas IIB Mojokerto yang mendapatkan makanan berisi pil double L. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pihak Satnarkoba Polresta Mojokerto masih memburu pelaku penyeludupan pil double L ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto, N (49). Pasalnya, napi yang mendapatkan kiriman 400 butir pil koplo tersebut, K (23) belum bisa diproses lantaran belum tertangkapnya pelaku.

“Begini dalam UU Kesehatan 36/2009 mengedarkan (pil koplo) pada saat itu, yang mengedarkan perempuan itu (N). Karena ada pesanan, berarti dia (N) mengedarkan tapi kalau dia (napi) masih kedapatan, belum mengedarkan,” ungkap, Kasat Narkoba Polresta Mojokerto, AKP Redik Tribawanto, Rabu (15/1/2020).

Kasat menjelaskan, dalam Undang-undang Kesehatan Pasal 197 dan atau Pasal 196 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, napi kasus narkoba tersebut belum terbukti mengedarkan. Pasalnya pil koplo tersebut belum sampai diterima K, namun sudah terbongkar.

“Kalau belum mengedarkan belum bisa (dijerat). Pada saat barang itu (pil koplo) diambil di Lapas, itu kan belum diedarkan sama narapidana tersebut. Ini sebatas (asumsi) sementara. Ini analisa sementara karena kan belum kita tangkap, masih kita selidiki,” katanya.

Napi warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tersebut akan diperiksa sebagai saksi karena pelaku utama belum tertangkap. Hingga kini petugas masih memburu N, ini lantaran pasca penyeludupan Sabtu (11/1/2020) lalu, N belum kembali ke rumahnya di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
“Pastinya nanti yang bersangkutan kita BAP sebagai saksi. Nanti masih diinterogasi dulu karena pelaku utama (N) belum ditangkap. Tapi saya dapat keterangan saksinya jelas, alamatnya jelas, mas Koko (napi) itu CCTV nya jelas, pada waktu itu memesan itu dan tidak bisa mengelak,” jelasnya.

Meski dalam kasus tersebut, kiriman 400 butir pil koplo tidak masuk akal jika dikonsumsi oleh K sendiri. Namun pihaknya juga belum bisa menyimpulkan ratusan butir pil koplo tersebut akan diedarkan K di dalam lapas yang ada di Jalan Taman Siswa, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto tersebut.

“Bisa juga (potensi diedarkan K) tapi harus dibuktikan, kalau sebatas analisa kan tidak boleh. Harus kita buktikan dia (K) mengedarkan di dalam (Lapas) atau tidak kan begitu. Sampai sekarang yang bersangkutan (N) belum di BAP, itu pro justitia demi keadilan ini kan masih penyerahan barang bukti dulu,” tegasnya.

Sehingga pihaknya masih memburu N untuk mengetahui motif dibalik penyeludupan ratusan pil koplo untuk salah satu warga binaan di Lapas Klas IIB Mojokerto.Hal tersebut sesuai Undang-undang Kesehatan Kesehatan, pelaku harus terbukti mengedarkan atau diperjualbelikan terlebih dahulu.

“Nanti kalau sudah ketemu yang mengirim itu, baru mungkin jadi titik terang. Kita sidik lebih lanjut, kalau narkoba terbukti dia membawa ya langsung karena kedapatan menguasai. Kalau UU Kesehatan itu harus terbukti mengedarkan/diperjualbelikan, jeratannya maksimal 6 tahun. Anggota masih berupaya mencari keberadaan N,” paparnya.

Sebelumnya, petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto berhasil menggagalkan penyelundupan 400 butir pil double L. Ratusan pil koplo tersebut diselundupkan salah satu pembesuk perempuan untuk napi laki-laki kasus narkoba pada, Sabtu (12/1/2020) kemarin. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar