Hukum & Kriminal

Miras Maut Trenggalek Diproduksi di Kandang Sapi

Trenggalek (beritajatim.com) – Polres Trenggalek menetapkan lima tersangka kasus overdosis minuman keras (miras) yang mengakibatkan tiga orang tewas dan empat lainnya mengalami kebutaan. Dari kelima tersangka tersebut, satu orang merupkan produsen miras palsu dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Dia adalah Hadi Suwito warga Desa Jati, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Hadi diringkus dalam sebuah penggerebekan di tempat usahanya. Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita ratusan botol bekas berbagai merk miras dan bahan serta alat produksi. Diantaranya, alkohol 98 persen, esen volda, air mineral, serta drum dan ember.

Hadi ada seorang residivis kasus serupa. Dia pernah meringkuk dalam sel tahanan. Tetapi, hukuman tak membuatnya jera. Dia mengaku, sudah 10 tahun menekuni usaha terlarangnya tersebut. Untuk menghindari petugas, Hadi memproduksi miras palsu di kandang sapi belakang rumahnya. “Saya mengoplos minuman ini di kandang sapi supaya tidak ketahuan polisi,” akunya saat berada di Polres Trenggalek.

Hadi sudah mengetahui resiko pekerjaan terlarangnya. Bahkan, dia juga menyadari minuman keras yang diproduksinya berbahaya dan tidak layak untuk dikonsumsi. Tetapi, karena tergiur dengan keuntungan yang didapat, dia tetap bertahan selama 10 tahun.

Selain Hadi Suwito, ada satu warga Kediri lainnya yang turut ditetapkan sebagai tersangka. Dia adalah Sugiono, warga Desa Wonosari, Kecamatan Pagu. Sugiono berperan sebagai pengecer miras buatan Hadi. Sugino sebagai sales yang ikut memasarkan miras palsu dari bahan oplosan air mineral dan alkohol industri.

Sementara itu, tiga tersangka lainnya adalah Samsul Anam, warga Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, sebagai pembeli dan Arik Setiawan beserta Rudi Sukamto, keduanya sebagai pengoplos asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. Kelima tersangka dijerat dengan pasal 204 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Pangan Nomor 18 tahun 2012 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, tujuh orang warga Watulimo, Trenggalek mengalami overdosis setelah pesta minuman keras (miras). Dari ketujuh orang tersebut, tiga diantaranya tewas. Masing-masing, ovian Mardiansyah (30) dan Hariyadi (45) keduanya warga Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo, serta Endo (34) warga Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan.

Sedangkan empat korban selamat antara lain, Asep (26), Nanang (30), Rafli (27) dan Eko (27) keempatnya warga Desa Margomulyo. Keempatnya masih menjalani perawatan di RSUD dr. Iskak Tulungagung dengan kondisi mengalami gangguan penglihatan.

Ketujuh korban pesta miras pada Jumat (8/2/2019) lalu. Mereka mengkonsumsi miras buatan Hadi Suwito dengan tujuan untuk mengusir rasa kantuk karena menjaga keamanan menjelang Pilihan Kepala Desa setempat. Pesta miras berlangsung, sejak pukul 21.00 WIB dan berakhir, pada pukul 04.00 WIB. Sabtu (9/2/2019) sore harinya, para korban mulai merasakan gejala lemas tubuh, sesak nafas dan penglihatan kabur.

Selanjutnya, korban dilarikan ke Puskesmas Watulimo dan RSUD dr. Soedomo Trenggalek serta RSUD dr. Iskak Tulungagung. Satu korban tewas di Puskesmas Watulimo dan dua lainnya dalam perawatan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar