Hukum & Kriminal

Miras Maut Trenggalek, Mata Korban Sampai Buta

Trenggalek (beritajatim.com) — Jumlah korban dugaan overdosis minuman keras (miras) di Trenggalek terus bertambah. Selain tujuh orang (tiga tewas dan empat dirawat), RSUD dr. Iskak Tulungagung kini merawat tiga korban lainnya.

Mereka Damis, Supri dan Arif Solikin. Damis dan Arif dirawat di Ruang Dahlia, sementara Supri di Ruang Virtual. Selain itu, rumah sakit milik pemerintah daerah ini juga merawat satu pasien atas nama Asep yang ikut dalam daftar tujuh korban sebelumnya.

Kasi Informasi dan Pemasaran RSUD dr. Iskak Tulungagung, Rifai mengatakan, pasien datang sejak Minggu siang. Pasie pertama masuk adalah Asep kemudian Damis, Supri dan terakhir Arip.

“Dari hasil pemeriksaan, para pasien mengalami intoksinasi (keracunan metanol). Kondisi korban sudah melewati masa kritis,” kata Rifai, Selasa (12/2/2019).

“Supri sempat naik dari yellow zone ke red zone, namun kondisi mereka berangsur membaik. Semua sudah di ruang perawatan, hanya fungsi mata mereka yang terganggu,” sambung Rifai.

Dari empat korban ini, kondisi Damis yang paling parah. Matanya sudah benar-benar buta. Sedang tiga lainnya jarak pandang hanya dua meter.

Untuk diketahui, korban dugaan OD miras berdasarkan data Polres Trenggalek sebelumnya tujuh orang. Tiga di antaranya tewas yaitu Novian (30) alias Ovi, Endro (34) dan Hariyadi.

Empat korban yang selamat dan menjalani perawatan adalah Asep, Nanang, Eko dan Kafly.

Mereka berpes minuman keras oplosan, dua hari sebelum Pilihan Kepala Desa Margomulyo, Watulimo yang berlangsung serentak dengan 131 desa lain, Sabtu (9/2/2019) lalu. Pihak Polres Trenggalek masih menyelidiki kasus ini. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar