Hukum & Kriminal

Meski Damai, Polisi Tetap Tahan Motivator Penampar Siswa di Malang

Malang(beritajatim.com) – Kasus motivator Agus Setiawan yang menampar 10 siswa SMK 2 Muhammadiyah Kota Malang berakhir damai. Kesepakatan damai diambil oleh keluarga siswa dengan pertimbangan psikologi siswa. Selain itu, keluarga telah mencabut laporan di Polres Malang Kota.

Kuasa hukum Agus, Alhaidary telah mengirim surat penangguhan penahanan, agar Agus statusnya berganti menjadi tahanan kota. Keputusan ini diambil karena telah terjadi kesepakatan damai dan pencabutan laporan dari wali murid siswa.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengatakan, pihaknya memang telah menerima surat penangguhan penahanan. Namun, karena kasus kekerasan ini masuk ke delik pidana sehingga proses hukum tetap berlanjut.

“Kita sudah terima surat penangguhan penahanannya. Namun, menimbang dan melihat proses ini bukan delik aduan, dan proses sudah masuk tahap pertama BAP dan berkas perkara. Untuk berkoordinasi dengan kejaksaan, jadi kami sepakat untuk tetap memproses kasus ini. Karena, statusnya bukan delik aduan,” kata Dony, Selasa, (5/11/2019).

Dony mengatakan, proses perdamaian antara kedua belah pihak bisa menjadi suatu pertimbangan dalam proses penyidikan. Meski begitu, kesepakatan damai tidak bisa menggulirkan proses hukum karena telah masuk pada tahapan pengadilan.

“Ini menjadi suatu pertimbangan dalam proses penyidikan terkait dengan adanya niatan dari korban untuk berdamai. Di sini saya lihat juga, ada surat pernyataan perdamaian dari kedua pihak, namun proses hukum tetap berjalan. Ini menjadi suatu acuan dari hukuman tindak pidana yang mana akan diberikan sanksinya dari pihak pengadilan,” ujar Dony.

Dony menyebut, sampai saat ini proses tetap berjalan, status Agus masih dalam penahanan, sehingga keterangan dan pernyataan damai antara kedua belah pihak akan dimasukan lampiran BAP. Kemudian Polisi menyerahkan semua proses hukuman ke pengadilan.

“Sehingga kami serahkan keputusan seluruhnya di pengadilan. Namun proses hukum masih kita jalankan. Statusnya masih tersangka. Surat penangguhan penahanan sudah kita terima, itu adalah kewenangan penyidik, ini masih dalam proses penyidikan. Namun sampai sekarang kami tetap menjadikan yang bersangkutan sebagai tersangka dan juga masih dilakukan penahanan,” tandas Dony (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar