Hukum & Kriminal

Mengaku Bawahan Satpol PP, Thoyip Cabuli Gadis 16 Tahun di Surabaya

Thoyip pelaku pencabulan anak 16 usai menjalani pemeriksaan dan dikirim ke ruang tahanan di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (12/11/2019). (foto: istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Meski hampir tengah malam, PR (16) berjalan bersama AV (16) di jembatan penyeberangan Tol Dukuh Kupang. Melihat kedua ABG, Thoyip (25) pun mencoba mendekati dan nerayu.

Entah apa yang merasuki Thoyip, tubuh FF ia pegang-pegang secara paksa. Karena tak terima anaknya jadi bahan rabaan, Thoyip yang mengaku orang Satpol PP Kota Surabaya ini pun dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya.

“Dia ngaku bawahan Satpol PP. Pelaku juga bilang kalau jembatan penyeberangan ia jaga dan aman. Sampai akhirnya pelaku meraba-raba korban,” jelas Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Selasa (12/11/2019).

Diketahui Thoyip (25) pelaku pencabukan ini merupakan warga Bubutan, Surabaya. Menurut AKP Ruth, pelaku dan korban tak saling kenal. Meski demikian, Thoyib pun bisa meyakinkan korban dan korban pun tak bisa berbuat apa-apa.

“Nah jembatan penyeberangankan kalau malam sepi. Di situlah pelaku menjalankan aksinya untuk meraba korban,” lanjutnya.

Kini pelaku sudah diamankan dan akan dijerat dengan UU perlindungan anak No 23 tahun 2002. Sementara untuk menindaklanjuti, apakah ada korban lain, para petugas masih melakukan pengembangan.

“Kita masih kembangkan dan kita harapkan orangtua bisa jaga anaknya supaya tengah malam tak berkeliaran seperti ini,” lanjutnya. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar