Hukum & Kriminal

Mencoba Bunuh Ibu Kandung, Mahasiswa UT Diduga Gila

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ali Imron (22) dibawa oleh penyidik Polsek Cluring ke RSUD Blambangan, Banyuwangi untuk menjalani tes kejiwaan. Langkah ini demi memperjelas kasus yang membelit pelaku atas dugaan penganiayaan terhadap ibu kandungnya dan mengakibatkan seorang tetangganya terluka.

“Semula hendak diperiksa di Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi. Tapi kita diarahkan untuk membawa ke RSUD Blambangan,” kata Ipda Sadimun mewakili Kapolsek Cluring, Iptu Bejo Madreas, Rabu (13/2/2019).

Hasilnya, kata Ipda Sadimun, pelaku dinyatakan sehat. “Tadi pelaku kita periksakan ke dokter kejiwaan di RSUD Blambangan karena informasi dari keluarga pernah dibawa kesana lantaran sering marah akibat ngepil putihan atau trek. Hasil kesimpulan dokter pelaku sadar melakukan perbuatannya dan bisa bertanggung jawab alias sehat secara kejiwaan,” terangnya.

Ali Imron merupakan warga Dusun Rumping, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring. Saat ini dia tercatat sebagai mahasiswa Universitas Terbuka (UT).

Sebelumnya, pemuda ini nekat menganiaya tetangganya dengan sebilah parang lantaran didasari kemarahan terhadap Misiatun, ibunya. Tersangka yang tak terima diomeli mengambil parang dan mengejar wanita yang telah melahirkannya itu.

Karena takut, Misiatun ibu kandungnya lari mencari perlindungan di rumah Abu Sairi (62), tak jauh dari kediamannya.

“Pintu sudah dikunci dari dalam tapi anaknya mendobrak dari luar. Kemudian Abu Sairi menegur pelaku sambil mengingatkan, jangan itu ibumu. Kemudian tersangka malah menghardik pemilik rumah sambil mengacungkan parang. Ali Imron sempat pergi namun memecah kaca rumah milik anak Abu Sairi yang kini menjadi saksi,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, tersangka yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Terbuka (UT) ini lari ke arah Simpang Empat Pasar Plampangrejo. Di situlah Ali Imron berpapasan dengan Sugiono (54), yang hendak mengamankannya.

“Pelaku marah dan langsung membacok korban mengenai bagian kepala belakang sebelah kanan hingga terluka. Korban pun lari sambil berteriak maling. Lalu warga berdatangan menyelamatkan serta mengamankan tersangka. Korban kemudian dilarikan ke RS Al Huda Gambiran. Sedangkan Ali Imron diserahkan ke Mapolsek Cluring,” jelas Sadimun.

Hingga akhirnya, Polisi mengakhiri perangainya dengan membawa ke Mapolsek Cluring berikut sejumlah barang bukti sebilah parang. Pelaku juga dijerat pasal berlapis atas perbuatannya itu. (rin/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar