Hukum & Kriminal

Mantan Bupati Suyoto dan Sekda Bojonegoro Diperiksa Kejari

Bojonegoro (beritajatim.com) – Mantan Bupati Bojonegoro dua periode 2008 – 2017, Suyoto diperiksa Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro. Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi alat bukti penyidikan kasus dugaan korupsi di Kantor Inspektorat Pemkab Bojonegoro.

Suyoto diperiksa oleh penyidik sebagai saksi karena saat peristiwa dugaan korupsi honor auditor Inspektorat Bojonegoro itu statusnya sebagai bupati. “Saya diperiksa sebagai saksi untuk menemukan kebenaran materiil agar bisa menegakkan seadil-adilnya kasus korupsi di Inspektorat,” ujarnya, Kamis (21/2/2019).

Suyoto mendatangi pemanggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi agar penegak hukum bisa menemukan kebenaran materiil. Selain Suyoto, penyidik juga memeriksa mantan Sekda Bojonegoro, Soehadi Moeljono dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ibu Suyuti.

Sementara, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bojonegoro, Achmad Fauzan mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan kepada saksi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. “Pemeriksaan ini untuk penajaman penyelidikan kasus korupsi yang ada di Inspektorat,” ujarnya.

Ketiga saksi diperiksa sebanyak 20 pertanyaan sesuai dengan tupoksi masing-masing. Sebelumnya, penyidik juga memeriksa saksi dari Mantan Bagian Hukum Pemkab, Moch Chosim, dan Bagian Hukum Pemkab yang masih menjabat saat ini, Ahmad Faisol. “Masih banyak yang harus dilengkapi datanya,” jelasnya.

Sekadar diketahui, kasus dugaan korupsi double accounting dari salah satu kegiatan (honor auditor) itu diduga sudah berjalan selama tiga tahun, mulai tahun 2015 hingga 2017. Kasus tersebut muncul diduga temuan dari BPKP dan didua mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp2,5 miliar. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar