Hukum & Kriminal

Mantan Anggota DPRD Surabaya Binti Rochma Jalani Sidang Perdana Korupsi Jasmas

Surabaya (beritajatim.com) – Mantan anggota DPRD Surabaya Periode 2014-2019 Binti Rochma menjalani sidang perdana kasus korupsi dana jasmas dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari jaksa penuntut umum Kejari Tanjung, Selasa (19/11/2019).

Dalam dakwaan JPU Muhammad Fadil disebutkan bahwa Binti Rochma selaku anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019 baik sendiri sendiri dan atau bersama sama Agus Setiawan Jong (dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) pada waktu yang tidak dapat ditentukan secara pasti antara bulan Maret 2015 sampai dengan tahun 2017 bertempat di Kantor DPRD Kota Surabaya telah melakukan atau yang turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum dengan pelaksanaan kegiatan dana hibah Pemerintah Kota Surabaya APBD 2016.

Dijelaskan JPU Muhammad Fadil, Dalam pelaksanaan kegiatan program Jasmas tersebut, terdakwa Binti Rochma telah bekerjasama dengan Agus Setiawan Jong untuk membuat proyek pengadaan barang-barang.

Dalam kerjasama tersebut, Agus Setiawan Jong telah menyiapkan proposal yang siap disebarkan ke RT dan RW didaerah pemilihan (dapil) terdakwa Binti Rochma.

Dari proposal tersebut, Agus Setiawan Tjong menawarkan pembagian keuntungan kepada terdakwa Binti Rochma sebesar 10 hingga 15 persen dari hasil pelaksanaan kegiatan dana hibah serta membantu pemilihan anggota DPRD Surabaya tahun 2019-2024.

Diketahui dalam dakwaan, Dari ratusan proposal yang diajukan terdakwa Binti Rochma, hanya 28 proposal saja yang lolos verifikasi dari Pemkot Surabaya.

“Bahwa perbuatan terdakwa dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp 576.648.576,89 (Lima Ratus Tujuh Puluh Enam Juta, Enam Ratus Empat Puluh Delapan Ribu, Lima Ratus Tujuh Puluh Enam Rupiah koma Delapan Puluh Enam Sen),”ungkap JPU Muhammad Fadil.

Atas dakwaan tersebut, Terdakwa Binti Rochma melalui tim penasehat hukumnya yakni Sudiman Sidabuke mengaku tidak mengajukan eksepsi atau keberatan.

“Sidang hari ini dinyatakan selesai dan dilanjutkan ke pembuktian pokok perkara pada hari selasa tanggal 26,”ujar hakim Hisbullah Idris menutup persidangan. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar