Hukum & Kriminal

Ledakan Maut Kediri, Polisi Tangkap Pembuat Jumbo

Kediri (beritajatim.com) – Paska terjadinya ledakan petasan yang menyebabkan 1 orang tewas dan 2 orang luka berat, petugas kepolisian intensif melakukan pengawasan dan penyelidikan terhadap peredaran petasan. Hasilnya, anggota Unit Reskrim Polsek Gurah berhasil menangkap pelaku pembuat petasan berukuran jumbo.

Tersangka bernama Fendik Sutoyo (26) warga Desa Adan-adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan puluhan petasan berukuran besar siap pakai, 2 ons serbuk mesiu, serta kertas dan bambu sebagai alat untuk membuat petasan.

Kapolsek Gurah, AKP Sulistyo Pujiyanto mengatakan,pengungkapan berawal dari informasi masyarakat, tentang adanya warga yang  pingsan lantaran kaget mendengar suara ledakan petasan. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas berhasil mengamankan tersangka yang telah membuat petasan berukuran jumbo dengan diameter lebih dari 15 centimeter.

“Tersangka memiliki keahlian membuat petasan setelah belajar dari temannya. Sedang bubuk mesiu sebagai bahan membuat petasan dibeli dari seseorang yang dikenal saat berkumpul dengan komunitas motor seminggu lalu,” kata AKP Sulistyo Pujiyanto, Selasa (28/5/2019).

Dari hasil pemeriksaan sementara, petasan yang diproduksi pelaku hanya dibuat untuk dinyalakan sendiri saat buka puasa dan waktu sahur, serta perayaan lebaran. Akibat perbuatannya, tersangka terancam dijerat Undang-undang darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Sebelumnya, ledakan keras meluluh lantakkan rumah milik Rukmini (80) di Dusun Sukorejo, Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Ledakan berasal dari akivitas produksi petasan. Akibat kejadian itu, satu orang tewas di tempat bernama Budi (47) cucu pemilik rumah. Selain itu, dua orang mengalami luka bakar cukup serius adalah Dwi Mutiara, kakak Budi dan Sumaji, tetangganya. Keduanya saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Pelem. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar