Hukum & Kriminal

Laporan Penganiayaan Oknum Dewan Pamekasan Diduga Politis

Pamekasan (beritajatim.com) – Sulaisi Abdurrazak menduga adanya upaya menyerang integritas dan kehormatan anggota DPRD Pamekasan, MH (inisial) menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan ketika dirinya yang ditunjuk sebagai kuasa hukum MH dalam laporan kasus penganiayaan yang dilakukan istri siri kliennya, inisial HS beserta kuasa hukumnya ke Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81, Rabu (9/4/2019) lalu.

Terlebih seluruh pernyataan yang disampaikan pelapor bersama tim kuasa hukumnya tidak sesuai fakta, bahkan justru cenderung memutar balikkan fakta. “Apa yang disampaikan HS tidak benar dan justru sangat merugikan klien kami,” kata Kuasa Hukum MH, Sulaisi Abdurrazak kepada beritajatim.com, Kamis (11/4/2019).

“Jadi dalam persoalan ini, HS ini justru memutar balikkan fakta dengan melibatkan media yang menyerang integritas dan kehormatan klien kami selalu suami HS dalam situasi menjelang Pileg 2019,” tegasnya.

Hal itu bukan tanpa alasan, sebab jauh sebelum HS melaporkan MH ke Mapolres. Keduanya sempat bertemu di salah satu rumah kos di Pamekasan, namun HS tiba-tiba mengajak MH lari karena melihat inisial MM bersama QM. Salah satu di antara mereka merupakan caleg dapil Madura.

“Berawal dari itu, klien kami mengikuti kehendak HS untuk kabur (menjauh dari MM dan QM). Setelah sampai di rumah teman klien kami, HS mengaku bertunangan dengan salah satu anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat. Padahal saat itu HS menjadi istri klien kami,” jelasnya.

Dari itu pihaknya sekilas menyimpulkan jika berbagai pernyataan dari HS justru kontra dengan fakta. “Ternyata HS senang menyisir anggota DPR yang dinilai berduit, HS mengaku kepada MH telah diberikan rumah oleh anggota DPR RI dan telah diberi pekerjaan,” bebernya.

“Tetapi sayangnya, HS bilang tidak akan melepaskan klien kami (sebagai pasangan suami istri). Hemat kami hal ini merupakan suatu cara berpikir yang aneh,” pungkasnya. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar