Hukum & Kriminal

Lakukan Ini, Polisi Gadungan di Gresik Didakwa Pasal Berlapis

foto: ilustrasi

Gresik (beritajatim.com)– Terdakwa Mochammad Fahni Fahrozi (31) hanya bisa tertunduk lesu di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Warga asal Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpqngkah, Gresik, itu. Didakwa pasal berlapis oleh majelis hakim karena melakukan pemerkosaan serta mengaku sebagai polisi gadungan.

Selain melakukan dua tindak kejahatan tersebut. Terdakwa juga memeras terhadap korban. Sehingga, terancam hukuma penjara 10 tahun.

Sebelum menjalani persidangan. Fahrozi adalah pelaku pemerasan serta pemerkosaan. Dalam melancarkan aksinya, terdakwa membawa senpi rakitan. Senjata hasil pembelian secara online. Saat mencari target, dia mengajak rekannya, Muhammad Al Maghrobi.

Bergaya ala koboi. Fahrozi melepaskan tembakan untuk menakut-nakuti para korban. Upaya itu berhasil. Korban pun menyerahkan sejumlah uang. Bahkan, bejatnya lagi, terdakwa Fahni ini juga melakukan pemerkosaan terhadap korban dibawah umur.

Pada saat itu, terdakwa mengaku jika dirinya adalah polisi Surabaya yang bertugas di Polsek Ujungpangkah.

“Kejadian itu berlangsung pada Jumat tanggal 1 Maret 2019 di pperkebunan Mangga Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah,” tutur jaksa penuntut umum (JPU) Indah Rahmawati, saat membacakan berkas dakwaan, Rabu (19/06/2019).

Indah menyatakan, Fahni terancam pasal 81 ayat (1) dan pasal 82 ayat (1) UU Perlidungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Dia juga didakwa pasal 368 ayat (2) KUHP. Sedangkan terdakwa Maghrobi hanya dijerat pasal 368 ayat (2) KUHP. Majelis hakim Rina Indra Janti menutup persidangan. Dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar