Hukum & Kriminal

Lagi, Polisi Gerebek Toko Miras Oplosan di Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Peredaran minuman keras (Miras) oplosan di bulan suci Ramadan masih kerap terjadi. Kali ini, Satreskrim Polsek Driyorejo menggerebek toko kelontong yang menjual miras oplosan tanpa izin milik Hans Christofer (50) warga Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Kasus tersebut terungkap setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat, ada toko klontong yang menjual miras oplosan secara terang-terangan ke masyarakat. Ironisnya, penjualan itu dilakukan tidak hanya di Driyorejo saja melainkan juga diluar Gresik.

Kanit Reskrim Polsek Driyorejo Ipda Djoko mengatakan, kasus miras oplosan ini terungkap adanya laporan masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan memang benar ada toko klontong menjual miras oplosan tanpa izin.

“Untuk membongkar kasus ini kami melakukan pemancingan dengan cara menyuruh masyarakat melakukan pembelian miras jenis vodka, setelah diyakini toko tersebut menjual. Maka melakukan pengecekan. Dari hasil pengecekan didapati beberapa jenis miras berbagai jenis yang diantaranya adalah arak jowo, cukrik, dan wisky,” katanya, Jumat (17/05/2019).

Djoko menambahkan, miras tersebut sengaja diperjualkan kepada pengunjung tanpa izin serta legalitas yang jelas. Selanjutnya, pemilik warung klontong berikut barang bukti dibawa ke Polsek Driyorejo guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Selain mengamankan pemilik warung klontong. Polisi juga menyita sejumlah miras antara lain 19 bir putih merk, 10 botol bir hitam, 10 miras merek paloma, 5 miras wisky, dan 9 miras vodka. Atas perbuatannya itu, Hans Christofer dianggap melanggar nomor 15 tahun 2002 juneto Perda nomor 19 Tahun 2004 tentang Larangan Minuman keras dan Berakhohol. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar