Hukum & Kriminal

Lagi-lagi Warga Ponorogo Tertipu Jual Beli Online

Ponorogo (beitajatim.com) – Sindikat penipuan jual beli online mungkin lagi menyasar korbannya dari masyarakat Ponorogo. Betapa tidak, dua hari lalu yang menjadi korban dua warga Desa Bringina Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo. Kini korbannya berinisial YT (27), warga Desa Pengkol, Kecamatan Kauman.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, modusnya pun hampir sama dengan dua korban warga Bringinan tersebut. Berawal dari suami YT tertarik dengan motor honda C70 yang diposting di salah satu akun Facebook. “Karena berkeinginan membeli, kami bertukar nomor WhatsApp dengan orang yang memoosting gambar motor tersebut,” kata YT kepada beritajatim.com, Rabu (20/2/2019).

Komunikasi lewat WA berlanjut dan disepakati harga Rp 2,3 juta. Akhirnya korban mentransfer nominal uang tersebut ke penjual. Sebelumnya, untuk lebih meyakinkan korban, si penjual yang mengaku anggota TNI berdinas di Papua tersebut, mengirimkan foto dirinya, KTP dan foto-foto bukti kiriman motornya. “Karena meyakinkan, ya saya percaya saja,” katanya.

Selang sehari setelah transaksi, ada telepon yang mengaku dari beacukai. Mengabarkan bahwa barang tertahan di Surabaya karena tidak ada surat jalan. Untuk memuluskan pengiriman, si penelpon meminta ditransfer uang sebesar Rp 4,8 juta.

“Ingin mentransfer lagi, tapi saat diperjalanan kepikiran ini penipuan. Akhirnya langsung ke Polres Ponorogo untuk melaporkannya,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar