Hukum & Kriminal

Kriminal 2018: Penipuan, Curat, Curanmor Tertinggi di Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Menjelang akhir tahun 2018 yang tinggal beberapa hari lagi, sejumlah kasus tindak kejahatan di Kabupaten trennya meningkat. Berdasarkan catatan kriminalitas di Satreskrim Polres Gresik. Selama tahun ini, terdapat 1.216 kasus yang ditangani. Dari jumlah itu, kasus penipuan menempati urutan pertama dengan jumlah 235 laporan. Sementara, kasus pencurian dengan pemberatan (Curat), ada 161 kasus. Selanjutnya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebanyak 118 kasus.

Ada tiga kasus yang menonjol dan meresahkan masyarakat. Semua kasus tersebut diklaim sudah banyak yang diungkap oleh jajaran Polres Gresik. Bahkan, untuk menekan tindak pidana itu. Polres Gresik, di bawah pimpinan AKBP Wahyu Sri Bintoro terus berupaya menekan angka kriminalitas. Melalui berbagai kegiatan patroli yang dilakukan setiap hari. Mulai pagi, siang, sore hingga malam hari di wilayah rawan. Cara tersebut, terbukti ampuh meminimalisir tindak pidana.

Selain meningkatkan kegiatan patroli. Polres Gresik, juga memasang closed circuit television (CCTV) di sejumlah titik. Keberadaan CCTV tersebut berfungsi memantau gerak-gerik pelaku. Disamping itu, melakukan pendekatan kepada masyarakat. Agar bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Ikut serta menjaga lingkungannya masing-masing dari pelaku tindak kejahatan.

Meski demikian, AKBP Wahyu Sri Bintoro mengakui kasus penipuan di wilayah hukum Gresik masih meresahkan masyarakat. Hal ini karena pelaku tindak penipuan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang dijadikan alat untuk mengelabuhi korbannya. Oleh karena itu, harus ada edukasi yang baik kepada masyarakat supaya lebih waspada dan berhati-hati.

“Dari laporan yang masuk, sebagian besar sudah selesai. Namun, ada juga yang masih dalam proses penyidikan,” ujar AKBP Wahyu Sri Bintoro, Senin (31/12/2018).

Perwira menengah dengan dua melati di pundak itu menuturkan, saat ini para pelaku tindak kejahatan mengikuti perkembangan teknologi. Mereka tidak lagi berbuat dengan cara lama. Sebagai antisipasinya, pihaknya juga mengikuti perkembangan dengan memanfaatkan sistem IT untuk melacak keberadaan pelaku.

“Kami sudah berupaya optimal untuk membuat kabupaten gresik aman dan kondusif. Berbagai pelaku kejahatan sudah banyak ditangkap. Yang baru-baru ini misalnya, penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Berkat kerjasama yang baik, tersangkanya sudah diamankan,” ungkapnya.

Diakui Wahyu Sri Bintoro, keberhasilan Polri tidak lepas dari bantuan masyarakat. Informasi dari masyarakat sangat penting. Patroli tim ‘Blcak Panther’ terus dilakukan setiap hari. Mereka bertugas secara bergantian ke sejumlah tempat keramaian, pusat perputaran ekonomi hingga lokasi yang dianggap rawan kejahatan.

“Kami selalu bersinegri dengan berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga agar kondusif dan aman. Sebagian besar kasus yang ditangani Polres Gresik memang meningkat, namun, banyak juga yang telah diselesaikan,” imbuhnya.

Sementara, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menyatakan kasus
yang belum diselesaikan tahun ini akan dirampungkan pada tahun yang akan datang. Yang jelas, semua laporan yang masuk ke Polres Gresik akan diproses dengan serius.

“Semua laporan masyarakat kami proses. Namun, ada yang prosesnya cepat. Ada juga yang lama,” tukasnya.

Dalam pengungkapan kasus peredaran narkoba. Pengungkapan itu juga berdasarkan informasi dari masyarakat. Meski tidak ada bandar besar, Satreskoba Polres Gresik berhasil menangkap puluhan tersangka. Mulai dari penyalahgunaan, pengedar dan kurir.

“Tahun ini kami sudah meringkus lebih dari 100 tersangka. Bahkan, mendapat peringkat tiga besar ungkap terbanyak se-Jawa Timur. Memasuki bulan Desember saja sudah lebih dari 10 tersangka. Ada yang pengedar, pengguna yang sebagian besar warga luar gresik.Kami juga pernah mengungkap ada yang istrinya sedang hamil tapi kecanduan narkoba,” ungkap Kasatreskoba Polres Gresik, AKP Redik Tribawanto.

Selama ini lanjut dia, Gresik hanya dijadikan tempat singgah untuk transaksi. Barang haram itu berasal dari luar daerah. Seperti Surabaya dan Madura. Dua bulan sebelumnya ada 28 tersangka yang ditangkap, 22 diantaranya adalah pengedar. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar