Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Mantan Bos Petral Jadi Tersangka

Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Laode M. Syarif

Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Driektur Utama Pertamina Energy Trading Limited (PETRAL) yang juga pernah menjabat sebagai Managing Director Pertamina Energy Service Pte. Ltd (PES) Bambang Irianto (BTO) sebagai tersangka.

Dia menjadi tersangka atas dugaan perkara dugaan suap terkait degan perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Service Pte. Ltd.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, KPK meningkatkan ke Penyidikan setelah terpenuhinya bukti permulaan yang cukup, dalam perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait kegiatan perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku subsidiary company PT Pertamina (Persero).

“Atas dugaan tersebut, BTO disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang  Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujar Laode, Selasa (10/9/2019).

Terkait konstruksi perkara, Laode menjelaskan, Bambang diangkat menjadi Vice President (VP) Marketing PES pada 6 Mei 2009. Tugas tersangka Bambang antara lain membangun dan mempertahankan jaringan bisnis dengan komunitas perdagangan, mencari peluang dagang yang akan menambah nilai untuk perusahaan, mengamankan ketersediaan suplai, serta melakukan perdagangan minyak mentah dan produk kilang.

Kemudian, pada tahun 2008, saat Tersangka BTO masih bekerja di kantor pusat PT PERTAMINA (Persero), tersangka bertemu dengan perwakilan Kernel Oil PTE. LTD. (Kernel Oil) yang merupakan salah satu rekanan dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang untuk PES/PT PERTAMINA  (Persero).

Saat menjabat Vice President (VP) Marketing PES, Bambang melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan PT. Pertamina
(Persero) yang dapat diikuti oleh National Oil Company, Major Oil Company, Refinery, maupun trader.

Pada periode tahun 2009 s.d. Juni 2012, perwakilan Kernel Oil beberapa kali diundang dan menjadi rekanan PES dalam kegiatan impor dan ekspor minyak mentah untuk kepentingan  PES/PT Pertamina (Persero).

KPK menduga tersangka BTO selaku VP Marketing PES membantu mengamankan jatah alokasi kargo KERNEL OIL dalam tender pengadaan atau penjualan minyak mentah atau produk kilang. Dan sebagai imbalannya diduga Bambang Irianto menerima
sejumlah uang yang diterima melalui rekening bank di luar negeri.

“Untuk mendampung penerimaan tersebut, tersangka Bambang mendirikan SIAM Group Holding Ltd yang berkedudukan hukum di British Virgin Island,” kata Laode. (hen/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar