Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Anggota DPR Sebagai Tersangka

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menyampaikan informasi terkait kegiatan tangkap tangan di Jakarta pada Rabu-Kamis, 27 Maret 2019 sampai 28 Maret 2019 dinihari. Tangkap tangan terkait dengan pelaksanaan kerjasama pengangkutan di Bidang Pelayaran antara PT. Pupuk lndonesia Logistik (PILOG) dengan PT. HTK (Humpuss Transportasi Kimia).

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, dalam penanganan kasus ini sebelumnya KPK menerima informasi dari masyarakat tentang akan terjadinya transaksi pemberian uang pada penyelenggara negara.
Setelah melakukan validasi ke lapangan dan berdasarkan bukti-bukti awal kemudian KPK membuka Penyelidikan hingga melakukan kegiatan tangkap tangan di Jakarta, Rabu (27/3/2019) sampai Kamis dini hari.

Dalam tangkap tangan ini, KPK mengamankan 8 orang di Jakarta, yaitu: BSP, (Bowo Sidik Pangarso) Anggota DPR 2014-2019, AWI (Asty Winasti) Marketing Manager PT Humpuss Transportas: Kimia, SLO (Selo), Head Legal PT Humpuss Transportasi Kimia, IND, (Indung), swasta, PT. INERSIA, MNT (Manto), Bagian Keuangan PT. INERSIA, SD (Siesa Darubinta) swasta, dan dua orang sopir.

Basaria menambahkan, selain 8 orang tersebut, berdasarkan permintaan KPK dua orang datang ke kantor KPK untuk proses klarifikasi lebih lanjut AHS (Ahmadi Hasan), Direktur Utama PT Pupuk IndoneSia Logistik dan AHT (Achmad Tossin) Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia.

“Setelah melakukan pemeriksaan, dilanjutkan dengan gelar perkara, sebelum 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP disimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait dengan Kerjasama Pengangkutan Bidang Pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT. HTK,” ujar Basaria di kantornya, Kamis (28/3/2019) malam.

Menurutnya, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan tiga orang tersangka, yaitu: diduga sebagai penerima suap yakni BSP (Bowo Sidik Pangarso) anggota DPR 2014 2019 dan IND, (Indung), swasta. Adapun diduga sebagai Pemberi ASW, (Asty Winasti) Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia.

Pasal yang disangkakan sebagai pihak yang diduga penerima: BSP dan IND disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan/atau Pasal 123 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPjuncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebagai pihak yang diduga pemberi suap ASW disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. [hen/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar