Hukum & Kriminal

Geledah Kamar Gubernur Kepri

KPK Temukan Uang Rp 3,5 Miliar, USD 33.200, dan SGD 134. 711

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menugaskan tim untuk melakukan kegiatan penggeledahan di Provinsi Kepulauan Riau dalam kasus yang menjerat Gubernur Kepulauan Riau (2016-2021) Nurdin Basirun.

Nurdin menjadi tersangka dalam penyidikan dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau Tahun 2018/2019 dan Gratifikasi yang Berhubungan dengan Jabatan.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, penggeledahan dilakukan di empat lokasi yakni Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Riau, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Kantor Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, dan Kantor Kepala Bidang Perikanan Tangkap.

Pada penggeledahan Rumah Dinas Kepulauan Riau KPK menemukan sejumlah dokumen serta 13 tas dan kardus berisi uang dalam mata uang rupiah dan asing. Selain itu, di lokasi lain KPK mengamankan dokumen-dokumen terkait perizinan.

“Uang ditemukan di Kamar Gubernur di Rumah Dinas Gubernur Kepri. Dari 13 tas ransel, kardus, plastik dan paper bag ditemukan uang Rp 3.5 Milyar, USD33.200 dan SGD134. 711,” ujar Febri, Jumat (12/7/2019).

Sebelumnya, KPK menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (2016-2021) Nurdin Basirun sebagai tersangka. Politikus Partai Nasdem ini menjadi tersangka dugaan Suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau Tahun 2018/2019 dan Gratifikasi yang Berhubungan dengan Jabatan.

KPK juga menetapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono. Adapun tersangka pemberi yakni Abu Bakar yang merupakan pihak swasta. [hen/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar