Hukum & Kriminal

KPK Sidang Dua Pejabat Kemenag Jatim, 29 Mei 2019

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah

Jakarta (beritajatim.com) – Penuntut Umum pada KPK telah melimpahkan Dakwaan dan berkas perkara atas nama dua orang, yaitu Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin pada Senin kemarin (20/5/2019) lalu.
Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, pihaknya telah menerima penetapan sidang pembacaan dakwaan dari Pengadilan yakni pada Rabu (29/5/2019) pekan depan.

“Pelimpahan dilakukan ke PN Jakarta Pusat karena persidangan direncanakan akan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat,” kata Febri, Kamis (23/5/2019).

Dia menjelaskan, persidangan keduanya akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakartavsalah satu alasannya karena sebagian besar saksi berdomisili di Jakarta.
“Karena ada dugaan perbuatan yang dilakukan di Jakarta dan sebagian besar saksi berdomisili di wilayah Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus,” kata Febri.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Romy, yang merupakan anggota DPR dan eks Ketua Umum PPP, sebagai tersangka dugaan suap. Dia diduga menerima Rp 300 juta terkait proses seleksi jabatan di Kemenag.

Uang itu diduga berasal dari Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin, yang juga sudah menjadi tersangka. Rinciannya, Rp 50 juta dari Muafaq dan Rp 250 juta dari Haris Hasanuddin.

Uang itu diduga ditujukan agar Rommy membantu proses seleksi yang diikuti Haris dan Muafaq. KPK pun menduga Rommy bekerja sama dengan pihak internal Kemenag untuk membantu proses seleksi Haris dan Muafaq.

Romy ditetapkan sebagi tersangka penerima suap. Kemudian MFQ (Muhammad Muafaq Wirahadi) Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan HRS ((Haris Hasanuddin) Kepala Kantow Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, diduga sebagai pemberi suap. [hen/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar