Hukum & Kriminal

KPK Panggil Pihak Swasta Dalam TPPU Mustafa

Juru Bicara KPK Febri Diansyah

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kepala Cabang Honda Mitra Mojokerto The Simon Teodorus dalam penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Bupati Mojokerto nonaktif Mustafa Kamal Pasa.

“The Simon Teodorus dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MKP,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (1/4/2019) kemarin.

Dia mengatakan, dalam penyidikan kasus ini KPK juga telah menyita tiga unit mobil, dua unit mobil Honda HR-V dan satu unit Nissan March. Ketiga mobil ini menjadi barang bukti karena diduga terkait dengan TPPU atau diduga hasil dari pencuian uang. Sebelumnya penyidik menyita sebanyak 27 mobil yang diatasnamakan pihak lain. Secara bertahap mobil tersebut dipindahkan ke Rupbasan Mojokerto. “Tentu karena kami duga kekayaan-kekayaan yang disita berasal dari hasil kejahatan. Nanti akan ditelusuri lebih lanjut bagaimana proses pembeliannya dan asal-usul uangnya,” kata Febri.

Sebelumnya KPK juga telah memeriksa belasan saksi di Polres Mojokerto Kota. Unsur saksi Kadis PUPR Kab Mojokerto, Konsultan Konstruksi, dan swasta kontraktor.

Seperti diketahui, KPK menduga Bupati Mojokerto periode 2010-2015 dan periode 2016-2021 Mustofa Kamal Pasa menerima fee dari rekanan pelaksana proyek proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto, Dinas dan SKPD/OPD, Camat, dan Kepala Sekolah SD SMA di lingkungan Kab. Mojokerto setidaknya Rp 34 miliar. Dari penerimaan gratifikasi sekitar Rp34 jiliar tersebut, KPK menemukan dugaan tindak pidana pencucian uang.

Pencucian uang dalam hubungannya dengan perbuatan menempatkan, mentrasfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lam atas harta kekayaan yang diketahui atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana korupsi dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan yang diduga dilakukan oleh tersangka MKP.

Tersangka MKP diduga telah menyimpan secara tunai atau sebagian disetorkan ke rekening bank yang bersangkutan atau diduga melalui perusahaan milik keluarga pada MUSIKA Group, yaitu CV. Musika, PT. Sirkah Purbantara (SPU-MIX) dan PT. Jisoelman Putra Bangsa dengan modus hutang bahan atau beton.

Mustofa juga diduga menempatkan, menyimpan dan membelanjakan hasil penerimaan gratifikasi berupa uang tunai sebesar sekitar Rp 4,2 miliar, kendaraan roda empat sebanyak 30 unit atas nama pihak lain, kendaraan roda dua sebanyak 2 unit atas nama pihak lain, dan Jetski sebanyak 5 unit.

Terhadap MKP disangkakan melanggar pasal 3 dan/atau pasal 4 Undang Undang No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Penyidik telah melakukan penyitaan sejumlah aset dan dokumen milik Musfota saat melakukan penggeledahan di sejumlah tempat beberapa waktu lalu, yaitu berupa 30 unit mobil, 2 unit sepeda motor, 5 unit jetski, dan uang tunai sebesar sekitar Rp 4,2 miliar. (hen/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar