Hukum & Kriminal

KPK Kembalikan Rommy Ke Tahanan

Jakarta (beritajatim.com) – Bekas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Rommy) telah dicabut pembantarannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rommy sebelumnya dilarikan ke RS Polri sejak Jumat (31/5/2019) lalu, karena harus di rawat inap mengalami sakit di bagian pencernaan.

“Pembantaran Rommy dicabut dan kembali ke rutan pada Minggu (9/6) kemarin, setelah sebelumnya pihak dokter RS Polri menyatakan terhadap Rommy tidak dilakukan rawat inap,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (10/6/2019).

Febri menuturkan, KPK bakal melakukan penahanan terhadap Rommy selama 16 hari ke depan. Masa penahanan ini masih dalam rentang perpanjangan penahanan 40 hari yang telah dilakukan sebelumnya. “Selama masa pembantaran, masa penahanan tidak dihitung,” ucap Febri.

Sebelumnya, KPK masih membantarkan penahanan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Rommy tak merayakan Idul Fitri 1440 H bersama tahanan korupsi lainnya.

Pembantaran Rommy dilakukan lantaran tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) itu mengeluh sakit. Sehingga sejak 31 Mei 2019, Rommy berada ke RS Polri.

Untuk diketahui, KPK menetapkan Rommy sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Rommy disinyalir mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah.

Rommy diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut. [inilah.com]

Apa Reaksi Anda?

Komentar