Hukum & Kriminal

KPK Jatuhkan Sanksi Berat untuk Pengawal Tahanan Idrus Marham

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah

Jakarta (beritajatim.com) – Direktorat Pengawasan Internal (PI) KPK telah menyampaikan hasil pemeriksaan pada pimpinan terkait dugaan pelanggaran dalam proses pengawalan tahanan Idrus Marham yang berobat di RS MMC pada tanggal 21 Juni 2019 lalu.

Pimpinan memutuskan pengawal tahanan berinisial M tersebut diberhentikan dengan tidak hormat karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin sebagaimana yang diatur di Peraturan tentang Kode Etik KPK dan aturan lain yang terkait.

“Perlu kami tegaskan, proses pemeriksaan dan penelusuran informasi ini dilakukan sendiri oleh PI KPK dengan cara pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang mengetahui dan mempelajari bukti elektronik yang telah didapatkan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (16/7/2019).

Menurutnya, Direktorat Pengawasan Internal KPK juga menegaskan bahwa dalam pelaksanaan tugasnya terus akan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap pelanggaran yang terjadi.

Selain memberikan sanksi terhadap pelanggaran tersebut, Febri memastikan, KPK melakukan pengetatan terhadap izin berobat tahanan. Selanjutnya, seluruh pengawal tahanan juga telah dikumpulkan untuk diberikan pengarahan tentang disiplin dan kode etik.

“Hal ini sekaligus sebagai bentuk upaya pencegahan yang dilakukan secara terus menerus,” tegas Febri.

Dia juga menambahkan, KPK akan terus melakukan pengetatan aturan dan tidak akan mentolerir pelanggaran sekecil apapun. Menurut Febri, Sdr. M menjadi pegawai KPK sejak Februari 2018 sebagai Pegawai Tidak Tetap KPK. Sehingga sampai pemberhentian dilakukan, ybs bekerja di KPK selama 1 tahun 5 bulan.

“Direktorat PI telah melakukan pemeriksaan penyeluruh selama ybs menjalankan tugasnya,” kata Febri. (hen/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar