Hukum & Kriminal

KPK Eksekusi Terpidana Korupsi di Kabupaten Mojokerto dan Kota Malang

Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan eksekusi 15 terpidana korupsi dalam dua perkara tindak pidana korupsi di Jawa Timur.

Pertama dalam perkara Perkara Suap terkait Pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas Pembangunan Menara Telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto Tahun 2015.

Kemudian eksekusi juga dilakukan terhadap terpidana dalam perkara suap terkait dengan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pada kasus di Kabupaten Mojokerto dilakukan ke Lapas Porong terhadap terpidana Onggo Wijaya, Direktur Operasi PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), Ockyanto, Permit and Regulatory Division Head PT. Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Group), dan Achmad Suhawi, Swasta/Direktur PT. S (PT. Sumawijaya).

“Adapun eksekusi dilakukan ke Lapas Sidoarjo terhadap terpidana Nabiel Titawano, Swasta dan Ahmad Subhan, Swasta – Wakil Bupati Malang periode 2010 – 2015,” ujar Febri, Sabtu (27/4/2019) dini hari.

Sementara perkara korupsi di Kota Malang, lanjut Febri, eksekusi dilakukan ke Lapas Porong terhadap para terpidana yang sebelumnya menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Malang, yaitu Arif hermanto, Teguh Mulyono, Choirul Amri, Suparno, Harun Prasojo, Choirul Anwar, Mulyanto, Teguh Pujiz dan Soni Budiarto.

“Eksekusi juga dilakukan ke Lapas Wanita Malang terhadap Erni Farida, Anggota DPRD Kota Malang,” ujarnya.

Menurutnya, eksekusi terhadap 14 orang terpidana ke Lapas Porong dilakukan pada hari Rabu, 24 April 2019, sedangkan terhadap 1 orang terpidana ke Lapas WAnita Malang dilakukan pada hari Kamis, 25 April 2019.

“Mereka menjalankan masa hukuman sesuai putusan masing-masing yang telah berkekuatan hukum tetap,” kata Febri. (hen/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar