Hukum & Kriminal

Korupsi di Kota Malang Mengkhawatirkan, Kejari Siap Tangkap Koruptor

Malang (beritajatim.com) – Korupsi di Kota Malang masuk kategori mengkhawatirkan. Bahkan, Kepala Kejari (Kajari) Kota Malang, Amran Lakoni menyebut daerah ini masuk skala kritis dalam kasus tindak pidana korupsi.

Paling mengkhawatirkan adalah ditangkapnya Wali Kota Malang periode lalu, Moch Anton oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus APBD-P Tahun Anggaran 2015. Menyusul Moch Anton, 41 legislator DPRD Kota Malang, turut ditangkap lembaga antirasuah.

“Ke depan harus lebih baik. Karena Kota Malang masuk kategori kritis. Kami bukan bertujuan untuk menghukum, tapi membenahi,” kata Amran, Senin (8/7/2019).

Amran menyebut, langkah Kejari dalam pemberantasan korupsi tidak main-main. Sejumlah daftar pencarian orang (DPO) di kalangan perguruan tinggi di Malang berhasil ditangkap. Mulai dari Universitas Negeri Malang, Politeknik Negeri Malang hingga Universitas Kanjuruhan.

“Dalan penangkapan kami melibatkan intelejen. Pun saat ini kami sedang mendalami beberapa kasus. Selama saya di Kota Malang, perkara pidana khusus bahkan yang DPO hampir 100 persen kami selesaikan,” ujar Amran.

Selain itu, Kejari juga memantau kinerja Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Dia meminta tim ini bekerja serius terutama terhadap sejumlah program maupun proyek yang dinilai strategis. Bagi oknum yang mencoba bermain nakal dia memastikan Kejari bakal melakukan proses hukum.

“Agar proyek pembangunan betul-betul berhasil dan tercapai, nanti jaksa saya di tim TP4D melakukan pengawalan. Bisa di tahap awal perjalan, bisa di tengah perjalanan. Sejauh ini belum ada proyek yang kena semprit. Kalau pun ada, ya kami sikat,” tandas Amran. [luc/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar