Hukum & Kriminal

Korupsi Dana Desa, Kades di Jombang Dijebloskan ke Tahanan

Kepala Desa Dukuhmojo (baju putih) saat digelandang ke mobil tahanan. [Foto: Yusuf/beritajatim]

Jombang (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang menjebloskan Kepala Desa (Kades) Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Pranajaya, ke tahanan, Selasa (17/9/2019) sekitar pukul 16.00 WIB. Kades tersebut diduga melakukan korupsi DD (Dana Desa) tahun 2018 sebesar Rp 278 juta.

Saat digelandang ke mobil tahanan Kejari, Kades Prananjaya kerap menutupi mukanya. Apalagi saat kamera para wartawan membidik wajahnya. Dia kemudian dibawa ke Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas IIB Jombang. “Tersangka langsung kita tahan di Lapas Jombang,” ujar Kepala Kejari Jombang Syafiruddin.

Sebelumnya, Pranajaya menjalani pemeriksaan secara tertutup di kantor Kejaksaan sejak pukul 10.00 WIB. Pemeriksaan itu seputar perannya terkait dugaan korupsi dana proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Dukuhmojo yang dibiayai DD tahun anggaran 2018.

Syafiruddin mengungkapkan, dalam kasus tersebut, Kades merekayasa penyaluran DD yang seharusnya diperuntukkan untuk pembangunan TPT di desanya. Tersangka membuat Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) palsu, sehingga proyek tersebut seolah-olah sudah selesai dikerjakan. Dalam SPJ abal-abal itu disebutkan bahwa proyek TPT menelan anggaran Rp 278 juta.

Padahal, lanjut Kajari, tersangka juga membangun tanggul penahan tanah ala kadarnya dengan dana Rp 70 juta. Tujuannya untuk mengelabuhi penyidik seolah-olah proyek Rp 278 juta sudah dikerjakan. “Selain itu, juga terdapat DD sekitar Rp 10 juta yang tidak disalurkan untuk masyarakat,” ungkapnya.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2 dan 3 UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, ancamannya 20 tahun penjara,” pungkas Syafiruddin. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar