Hukum & Kriminal

Komplotan Pemalak Truk di Jalur Pantura Diringkus Polres Tuban

Tuban (beritajatim.com) – Petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban berhasil meringkus komplotan preman jalanan yang selama ini meresahkan pengendara truk yang melintas di jalur Pantura Tuban tepatnya di wilayah Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

Komplotan preman yang mengaku sebagai Kelompok Sakram tersebut biasa memalak pengemudi truk besar yang melintas di jalur Pantura Tuban. Dari kompolotan itu, petugas berhasil menangkap empat orang pelaku dan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran, Rabu (30/10/2019).

Penangkapan terhadap komplotan preman pemalak sopir truk itu berawal dari laporan dan kelurahan sejumlah pengendara truk yang melintas di wilayah Tuban. Yang mana, aksi para preman jalanan itu sering membuat resah dengan menghadang kendaraan yang melintas dan kemudian meminta uang kepada sopir.

“Yang dilakukan oleh kelompok ini sudah sangat meresahkan bagi masyarakat, bagi para sopir truk. Mereka uang secara paksa kepada para sopir yang lewat,” ungkap AKBP Nanang Haryono, Kapolres Tuban saat melakukan press release pengungkapan kasus itu.

Sebanyak empat pelaku komplotan preman yang ditangkap Polres Tuban itu adalah Andre Janu Priyanto (47), Handoko (51), Ruly (48), semuanya warga Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban dan Mohamad Taufik (49), yang merupakan warga Surabaya. Sedangkan satu pelaku yang masih DPO adalah Budi, warga Kecamatan Tambakboyo, Tuban.

“Para pelaku ini meminta uang kepada sopir-sopir truk yang lewat dengan besarannya sampai dengan Rp 100 ribu. Dari empat orang pelaku ini dua diantaranya merupakan residivis kasus Curanmor,” lanjutnya.

Penangkapan terhadap kelompok preman jalanan yang melakukan pemalakan para sopir di jalur Pantura Tuban itu berawal saat petugas mendapatkan laporan dari korbannya. Sehingga petugas melakukan penyelidikan dengan mengejar komplotan pemalak sopir truk itu yang saat itu masih berkeliaran di jalur Pantura Tuban.

Adapun dalam pengungkapan kasus pemerasan dan Curas yang dilalukan komplotan pelaku itu, petugas berhasil mengamankan satu mobil Sigra Nopol S 1091 GG yang digunakan saat beraksi. Selain itu koas korban yang sobek dan terdapat bercak darah, serta uang tunai dari pelaku sebesar Rp 912.000.

“Kami dari Polres Tuban akan menindak tegas para pelaku-pelaku kejahatan yang sudah sangat meresahkan masyarakat seperti ini,” pungkasnya.[mut/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar