Hukum & Kriminal

Komnas Perlindungan Anak : Guru Predator di Malang Bisa Dikebiri

foto/ilustrasi

Malang(beritajatim.com) – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, guru olahraga berinisial IS di sebuah sekolah, di kelurahan Kauman, Klojen, Kota Malang bisa dijerat dengan hukuman kebiri sesuai UU Perlindungan anak.

Bisa dijerat sesuai, UU RI Nomor, 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor, 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta UU RI Nomor, 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Jika IS guru olah raga itu terbukti melakukan kejahatan seksual terhadap 20 orang muridnya secara berulang-ulang. Maka tersangka IS bisa dikenakan hukuman tambahan berupa kebiri (kastrasi) dengan cara suntik kimia,” ujar Arist, Rabu, (13/2/2019).

Arist menyebut IS adalah seorang guru yang seyogianya menjadi panutan, dan garda terdepan melindungi murid-muridnya dari kejahatan seksual dan kejahatan kemanusiaan. Menurutnya, sesuai UU RI Nomor 17 Tahun 2016, perbuatan IS merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang disetarakan dengan tindak pidana narkoba korupsi dan terorisme.

“Maka penegakan hukumnya juga harus luar biasa. Dengan demikian IS patut ditangkap dan ditahan untuk dimintai pertanggungjawaban hukumnya,” ucap Arist.

Selain itu, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Malang serta Relawan Sahabat Anak Indonesia Jawa Timur akan memberikan advokasi hukum dan terapy psikososial (trauma healing) bagi korban dan keluarga. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar