Hukum & Kriminal

Koleksi 73 Tas Wanita, Penjambret Ini di-Dor Petugas

Surabaya(beritajatim.com) – Unit Satreskrim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Surabaya melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap komplotan pelaku jambret yang sering lukai korbannya.

Satu pelaku yakni Biska Bagus Prakoso (24) warga Dupak Pasar Baru sebagai eksekutor tewas lantaran melawan petugas dan satu tertembak dikedua kakinya adalah Ridan Furkon (19) warga Gresik sebagai joki.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan melakukan tindakan tegas karena pelaku melawan saat ditangkap oleh petugas.

“Satu korban bernama Ridan, kita lakukan tindakan terukur. Karena waktu ditangkap tersangka mengeluarkan senjata penghabisan. Satunya juga lari saat ditangkap. Sebelumnya mereka sudah kami beri peringatan,” kata Kombes Rudi kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (6/2/2019).

Rudi menjelaskan terbongkarnya komplotan jambret ini berasal dari laporan masyarakat terkait aksi penjambretan di Jalan Emerlad Lakarsantri.

Korban penjambretan yang bernama Nurina, seorang mahasiswa dari Unesa. “Apalagi kejadian itu mengakibatkan korban mengalami patah tulang pada kaki usai terjatuh saat dijambret,” kata Rudi Setiawan.

Ridan Furkon (19) warga Gresik sebagai joki, yang kedua kakinya ditembak polisi

Dalam aksinya, kedua pelaku terekam oleh camera CCTV. Berdasarkan penulusuran dan bukti. Polisi kemudian berhasil mengamankan keduanya di Margomulyo. “Lokasi persembuyian kedua kita ketemukan semalam,” ungkap Rudi.

Saat dilokasi persembunyian tersangka, polisi menemukan puluhan tas wanita beserta perlengkapanya hasil dari kejahatan Biska Bagus Prakoso dan Ridan Furkon.

“Dilokasi kita temukan 73 tas wanita, korban penjambretan beserta perlengkapan lainnya,” ujar Rudi.

Kepada wartawan Biska Bagus Prakoso mengakui kejahatannya dan mengakui telah menjambret Nurina. Namun ia tidak mengetahui kalau korbannya terjatuh. “Ia saya melakukan jambret dikawasan itu,” kata Biska.

Dalam melakukan aksinya, Biska selalu beroperasi pada malam hari. Rata-rata dilakukan dikawasan Surabaya Barat. “Saya bergerak atau bekerja (jambret) setiap malam hari. Rata-rata sasaran kami adalah wanita yang membawa tas yang disemplangkan,” kata bapak satu anak ini.

Biska juga mengakui dalam melakukan aksinya, sehari bisa dua kali menjambret, selain itu, setiap kali beraksi selalu dalam pengaruh alkohol.

“Sehari bisa dua kali beraksi. Uangnya saya pakai buat minum dan pesta sabu,” tandasnya. [gil/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar