Hukum & Kriminal

Kode Ikan, Kepiting, dan Daun di OTT Kepri

Juru Bicara KPK Febri Diansyah

Jakarta (beritajatim.com) – Selama proses penyelidikan sebelum OTT dilakukan Rabu kemarin, tim KPK mencermati sejumlah penggunaan kata sandi yang diduga merupakan cara kamuflase untuk menutupi transaksi yang dilakukan.

“Tim mendengar penggunaan kata “ikan” sebelum rencana dilakukan penyerahan uang,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya, disebut jenis Ikan Tohok dan rencana “penukaran ikan” dalam komunikasi tersebut. Selain itu terkadang digunakan kata “Daun”.
Saat KPK melakukan OTT awal di pelabuhan, pihak yang diamankan saat itu sempat berdalih tidak ada uang yang diterima, tetapi kepiting.

“KPK telah berulang kali memecahkan sandi-sandi seperti ini. Dan hal ini juga sangat terbantu dengan Informasi yang kami terima dari masyarakat,” ujarnya.

Febri juga mengatakan, KPK mengapresiasi Informasi dari masyarakat yang valid sehingga dapat ditindaklanjuti. “Pelaporan dugaan korupsi dapat dilakukan ke KPK secara langsung atau dapat menghubungi Call Center KPK di 198,” kata Febri.

Sebelumnya, KPK menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (2016-2021) Nurdin Basirun sebagai tersangka. Politikus Partai Nasdem ini menjadi tersangka dugaan Suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau Tahun 2018/2019 dan Gratifikasi yang Berhubungan dengan Jabatan.

KPK juga menetapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono. Adapun tersangka pemberi yakni Abu Bakar yang merupakan pihak swasta. [hen/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar