Hukum & Kriminal

Roadshow Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi

Khofifah Apresiasi Program KPK Cegah Korupsi

Surabaya (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Surabaya khususnya dan Jawa Timur secara umum untuk mencegah korupsi. Hal tersebut dilakukan dengan lebih memahami upaya-upaya pencegahan korupsi termasuk pendidikan antikorupsi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan dalam pembukaan rangkaian kegiatan roadshow bus KPK Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi, hari ini Jumat (12/7) di Mal Pelayananan Publik Siola, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur

“Kehadiran KPK di tengah-tengah masyarakat kali ini dalam upaya pencegahan korupsi. Bus KPK itu berisi berbagai fasilitas untuk belajar tentang antikorupsi,” ujar Saut Situmorang.

Saut juga menambahkan bahwa melalui pencegahan korupsi, KPK hadir di daerah untuk mewujudkan dua tujuan, yang pertama yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong Indonesia memiliki daya saing,” katanya.

Menurutnya masyarakat yang sejahtera ditandai dengan akses kepada pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, juga gaji penegak hukum yang lebih baik. Semua ini, lanjut Saut, telah didorong melalui pendekatan pencegahan korupsi khususnya melalui program koordinasi supervisi pencegahan dan stranas PK.

Salah satunya diwujudkan dengan mendorong peningkatan pendapatan daerah.
Sedangkan, terkait daya saing Indonesia, menurut Saut ditandai dengan pembangunan kotanya yang semakin baik di banyak aspek termasuk pendidikan dan kesehatan. Itu sebabnya, lanjut Saut, KPK hadir di daerah untuk menjaga dan mendorong perbaikan agar daerah dapat berkontribusi ke pusat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya mengapresiasi KPK yang telah menyisir berbagai elemen masyarakat dengan program pencegahan korupsi sejak kehadirannnya di Provinsi Jawa Timur yang diawali dari Kota Ngawi pada 25 Juni 2019.

“Hari ini kita diajak bersama-sama oleh KPK melalui kegiatan bus ini sebagai program yang menurut saya strategis, karena kita masuk dari hulunya, yaitu pencegahan,” ujar Khofifah.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk melakukan ikhtiar sebagai amanat yang ada pada tugas dan fungsi yang diemban di mana pun bertugas, baik di eksekutif, legislatif, yudikatif, private sector dan elemen masyarakat lainnya.

“Kami yang mendapatkan layanan dari bus KPK ini mengucapkan terima kasih. Semoga efektifitas program ini dapat dirasakan seluruh elemen masyarakat di Jawa Timur,” tutupnya.

Sesuai jadwal rute Bus KPK “Jelajah Negeri, Bangun Antikorupsi” singgah di kota Surabaya hari ini setelah sebelumnya berinteraksi dengan masyarakat di 5 kota lainnya yaitu Ngawi, Madiun, Nganjuk, Jombang dan Mojokerto.

Selama 3 hari, 12-14 Juli 2019, tim pencegahan KPK dengan bus nya tersebut akan berinteraksi dengan masyarakat Surabaya. Kegiatan pada dua hari pertama dipusatkan di Mal Layanan Publik Siola, Surabaya. Ada sekitar 20 acara yang berlangsung secara paralel setelah pembukaan, di antaranya pameran pelayanan publik dan UMKM yang dibuka sejak pukul 08.00, sosialisasi pengaduan tindak pidana korupsi, pendidikan antikorupsi untuk SD, SMP dan SMA, sosialisasi platform JAGA, pembekalan kepada caleg terpilih di kantor DPRD Kota Surabaya, sosialisasi diseminasi pendidikan antikorupsi, kuliah umum antikorupsi di UPN Veteran Surabaya hingga sosialisasi integritas dunia usaha untuk Komite Advokasi Daerah (KAD).

Di hari ketiga, Minggu (14/7), kegiatan akan dipusatkan di kawasan Taman Bungkul Surabaya. Mulai pukul 06.00 WIB, KPK akan melakukan sosialisasi antikorupsi kepada para pengunjung acara Car Free Day (CFD).

Setelah Kota Surabaya, bus Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi akan melanjutkan perjalanan ke Kota Probolinggo hingga total 28 kabupaten/kota akan selesai dikunjungi selama 105 hari sejak pelepasan bus dari Gedung KPK pada 21 Juni 2019. [hen/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar