Hukum & Kriminal

Kesaksian Siswa SMPN 4 Kepanjen yang Dicabuli Oknum Guru

Malang (beritajatim.com) – Kepolisian Resor Malang masih memburu keberadaan CH (38), oknum guru SMPN 4 Kepanjen, Kabupaten Malang, yang diduga berbuat cabul terhadap 18 pelajar pria di tempat itu.

Dari penelusuran beritajatim.com, murid laki-laki yang menjadi korban kejahatan asusila CH, sudah diperlakukan tidak senonoh sejak 2018. “Sudah tiga kali mas diminta masuk ke ruang BK. Pintunya ditutup, kemudian dipegang-pegang dan digerayangi,” ungkap DE, Kamis (5/12/2019).

DE saat ini sudah duduk dikelas VIII. Seingat DE, pada September 2019, perbuatan serupa juga dilakukan CH. Menurut pengakuan DE, setelah ekstrakurikuler modeling binaan CH, DE diminta masuk ruang BK (Binaan dan Konseling) SMPN 4 Kepanjen.

CH kemudian mengunci pintu. CH juga menanyakan latar belakang pekerjaan orangtua DE. Setelah itu, CH berdalih sedang melakukan tesis penelitian studi strata tiga (S3) sebelum melakukan perbuatan cabul. Penelitian itu seputar rambut kemaluan dan sperma dari anak laki-laki.

DE pun mengira jika dalih sang guru itu, bisa dibenarkan dan tidak melanggar hukum. DE kemudian diminta tidur diatas meja ruang BK. Lalu diperlakukan tidak senonoh. Perbuatan ini dilakukan CH sebanyak tiga kali. CH juga mewanti-wanti agar DE tidak bercerita pada siapapun dengan lebih dulu melayangkan sumpah atas nama Alquran. “Saya diminta membantu penelitian, disumpah,” ujar DE.

Senada dengan DE, korban asusila lainnya berinisial RW. RW saat ini sudah duduk dibangku kelas IX. Hanya saja, RW sempat melawan dan menempeleng tangan CH yang memaksa muridnya untuk dicabuli. “Saya diperlakukan seperti itu dua kali. Yang pertama saya nggak tahu, alasan pak CH untuk penelitian terkait kenakalan remaja,” aku RW.

Sama persis dengan DE, RW juga dimasukkan ke dalam ruang BK. Pintu dikunci. Dan diminta tidur diatas meja. “Yang kedua saya sempat melawan. Saya nggak mau dipegang-pegang,” papar RW.

Kasus ini terungkap setelah para siswa, menceritakan pada guru di SMPN 4 Kepanjen, beberapa hari lalu. Merasa aksi amoralnya terbongkar, CH kabarnya langsung mengundurkan diri dan berdalih diterima kerja pada institusi lain di Malang. Sementara pihak SMPN 4 Kepanjen, mengaku memecat CH dari sekolah usai tindakan asusila guru tidak tetap ini berujung laporan polisi. [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar