Hukum & Kriminal

Keroyok Anak Punk sampai Meninggal, Divonis 11 Tahun Penjara

Gresik (beritajatim.com) – Terdakwa Taufik Hidayat (22) asal Tempuran, Karawang, Jawa Barat hanya bisa menyesali perbuatannya setelah dihukum 11 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Febrian Dirgantara, SH.

Pria bertato itu didakwa bersalah karena melakukan pengeroyokan terhadap anak punk asal Tuban hingga meninggal dunia.

Menurut Febrian saat membacakan berkas menuturkan, tuntutan terhadap terdakwa sudah setimpal. Sebab, perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa seseorang. Kemudian, juga meresahkan masyarakat.

“Perbuatan terdakwa terbilang sadis . Sebab, tidak punya perasaan dan rasa kemanusiaan mengingat, antara korban dan terdakwa juga saling kenal. Terdakwa dianggap melanggar pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak,” ujarnya, Selasa (26/03/2019).

Kendati telah divonis, JPU mempunyai pertimbangan lain. Di antaranya, terdakwa sudah mengakui semua perbuatannya. Selama persidangan tidak pernah absen. Selalu hadir. Etikanya juga sopan. Terdakwa juga mengaku tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik itu, diketuai oleh Rina, SH itu meminta kepada terdakwa menyampaikan kepada penasehat hukumnya untuk membuat pembelaan secara tertulis. Kemudian, dibacakan pada sidang pekan depan. Sebab, saat persidangan penasehat hukum (PH) prodeo dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) tidak hadir.

“Secara lisan sudah. Tapi nanti buat lagi secara tertulis melalui pengacaranya. Sidang dinyatakan selesai,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, terdakwa Taufik Hidayat diseret ke ‘meja hijau’ karena telah melakukan aksi pengeroyokan terhadap seorang bocah asal Tuban. Saat beraksi terdakwa bersama dua temannya yang masih di bawah umur. Mereka disidang secara terpisah dan telah divonis. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar