Hukum & Kriminal

Kepepet Dikepung Warga, Jambret Terjun ke Sungai

Pengendara ojol saat menanyai pelaku jambret yang tertangkap di Jalan Undaan Wetan, Surabaya, Sabtu (5/10/2019) malam. (istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Pelaku jambret akhirnya bisa dibekuk petugas usai gagal menjalankan aksinya di Jalan Undaan Wetan, Surabaya, Sabtu (5/10/2019) malam. Pelaku ini tertangkap lantaran merebut dompet korban, kendaraan pelaku menabrak mobil. Menurut informasi, satu pelaku terluka parah dan satunya lagi nekat terjun ke sungai untuk menghindari amukan massa.

“Satu dari dua jambret terluka parah di bagian kepala setelah menyerempet mobil dan bersenggolan dengan motor di Jalan Undaan Wetan. Jambret itu kehilangan keseimbangan hingga motornya oleng lalu jatuh,” kata suami Syamirah, saat di Mapolsek Genteng, Minggu (6/10/2019).

Sebelum tumbang di Jalan Undaan Wetan tepat di depan Toko Duta Ban, kedua jambret itu ngebut setelah merampas dompet milik Syamirah (35), warga asal Perak, Surabaya. Korban saat itu dibonceng suaminya bersama kedua anaknya yang masih kecil. Dompet itu berisi uang Rp 400 ribu.

“Saya tadi mau ke Ambengan, pas di depan Bank Mandiri, motor saya dipepet dari kiri, terus dompet istri saya dirampas,” lanjutnya.

Menurutnya, usai aksi perampasan pukul 21.30 Wib, korban mencoba mengejar tapi kedua pelaku yang saat itu mengendarai motor Honda Vario bernopol L 2530 MD melaju kencang hingga tidak terlihat. Namun sampai di depan Toko Duta Ban, terlihat kerumunan warga. Ternyata pelaku jambret terlibat kecelakaan.

Begitu kecelakaan, satu pelaku memilih menceburkan diri ke sungai, sedangkan satu pelaku lainnya kabur. Satu pelaku yang terjebak di sungai akhirnya dikepung warga hingga berhasil ditangkap dan dikeluarkan dari sungai.

Beruntung, saat itu sejumlah anggota Unit Reskrim Polsek Genteng segera tiba di lokasi, sehingga saat pelaku berhasil dievakuasi dari dalam sungai, kemarahan warga bisa diredam.

“Satu pelaku lalu diamankan anggota kami ke kantor berikut motor sarananya,” terang Kapolsek Genteng, AKP Anggi Saputra Ibrahim.

Anggi menambahkan, setelah diperiksa, ternyata pelaku terluka parah di bagian kepala sehingga anggotanya membawa sang pelaku ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan. Diduga, pelaku terluka akibat kecelakaan setelah beraksi.

Dari pemeriksaan awal juga terungkap bahwa pelaku berinisial SYP (16), warga Demak Bandarejo, Surabaya. Dalam aksinya, pelaku ini berperan sebagai joki. Sedangkan sang eksekutor, berhasil kabur setelah motornya tumbang ke jalan.

“Kami masih dalami dan kembangkan kasus ini untuk mengetahui berapa kali kelompok ini beraksi. Sedangkan satu pelaku lainnya masih kami buru,” tambah Alumnus AKPOL tahun 2006 ini. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar