Hukum & Kriminal

Kepala Inspektorat Bojonegoro Cokot Bupati

Bojonegoro (beritajatim.com) – Penasehat Hukum Syamsul Hadi, Kepala Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, Bayu Wibisono mengatakan bahwa kliennya sangat kooperatif dalam menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.

“Dia (Syamsul Hadi) ingin bahwa perkara ini harus dibuka secara jelas. Apakah kebijakan yang dibuat itu benar-benar salah atau tidak,” ujar Bayu Wibisono, Kamis (25/4/2019) di Kantor Kejari Bojonegoro.

Menurutnya, kebijakan yang dijalankan oleh kliennya tersebut dasarnya merupakan peraturan bupati.

Termasuk, lanjut dia, dalam penentuan anggaran kegiatan internal Inspektorat. Sehingga, Bayu menegaskan bahwa tersangka hanya pelaksana saja.

“Semua ini memang sudah diamanatkan dan dia hanya menjalankan saja dan mengelola aturan yang ditetapkan oleh Bupati,” terangnya.

Sekadar diketahui, tersangka Syamsul Hadi ditetapkan tersangka oleh Penyidik Kejari Bojonegoro hari ini dan langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bojonegoro.

Kepala Inspektorat itu diduga telah melakukan tindakan melawan hukum dengan menyalahgunakan kewenangan.

Tersangka, Syamsul Hadi diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam melaksanakan kegiatan audit internal oleh Inspektorat Bojonegoro tahun anggaran 2015 – 2017 sebesar Rp 1,7 Miliar lebih. Dari total Rp1,7 Miliar lebih itu, juga dinikmati oleh beberapa stafnya.

Namun, kata Kasi Pidsus Kejari Bojonegoro, Achmad Fauzan, staf Inspektorat yang menerima sudah mengembalikan uang negara.

Sedangkan, total anggaran negara yang dinikmati pribadi oleh tersangka sebesar kurang lebih Rp 500 juta.

“Penyalahgunaan kewenangan ini termasuk dalam penyusunan RKA maupun Anggaran Pengawasan,” ujar Fauzan. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar