Hukum & Kriminal

Kepala Bapemas Sampang 2016 Bantah Ada Fee Dana Desa

Sampang (beritajatim.com) – Inisial A yang tak lain adalah Amiruddin Kepala Bapemas era 2016 salah satu pejabat yang disebut dalam Testimoni Junaidi, mantan Camat sekaligus mantan Narapidana kasus Fee Dana Desa (DD) hasil pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Jatim di Sampang 5 Desember 2016 silam. Ternyata, Amiruddin membenarkan jika dirinya sebelum kasus fee itu terungkap telah melakukan rapat dengan para camat se Kabupaten Sampang.

Tetapi, dalam rapat tersebut Amiruddin tidak membicarakan masalah fee melainkan program kerja dari anggaran DD/ADD TA 2016.

“Tidak ada pembahasan tentang penarikan fee DD saat itu, dalam pertemuannya murni membahas tentang progres kerja dan administratif pekerjaan,” kata Amiruddin yang telah pidah menjadi Kepala Dinsos Sampang, Senin (11/3/2019).

Bahkan pihaknya mengaku tidak mengetahui ada organisasi paguyuban camat kala itu, yang diketahui hanyalah Asosiasi Kepala Desa (AKD) yang dipimpin Abdullah Hidayat atau Wakil Bupati Sampang saat ini. Namun demikian pihaknya mengakui adanya pertanyaan dari jaksa penuntut umum soal penyetoran fee DD dalam persidangan.

“Dua kali saya dipanggil, pertama di Polda Jatim yang kedua di Pengadilan Tipikor Surabaya, saya sudah berkata apa adanya kalau tidak ada penarikan fee DD,” tambahnya.

Sekadar diketahui, Junaidi mantan Camat Kedungdung yang telah bebas dari penjara 9 Maret 2019 kemarin membuat testimoni alur kasus fee yang menjerat dirinya hingga dipecat dari abdi negara bahwa ada penarikan sebesar 7,5 persen dalam pencairan DD yang dilakukan secara terstruktur, dimana 4 persen untuk camat, sedangkan 3,5 persen untuk kabupaten.

“Awalnya Polda Jatim mengatakan di media akan ada tersangka baru, tapi hingga saya bebas dari penjara kasus itu lenyap,” ujarnya.

Pihaknya mengaku akan terus memperjuangkan fakta dan bukti lain serta saksi kunci jika kasus ini dibuka lagi. “Semua camat saya rasa tahu tapi pura-pura tidak tahu menahu,” tegasnya.

Seperti diberitakan, dalam kasus OTT yang terjadi di Jalan Wahid Hasyim, Sampang, Senin (5/12/2016) silam, petugas mengamankan barang bukti uang senilai Rp 1,5 miliar. Kemudian dua orang ditetapkan sebagai tersangka hingga divonis oleh pengadilan yaitu Kasi PMD Camat Kedungdung Almarhum H.Kun Hidayat ditangkap OTT serta Camat Kedungdung Ahmad Junaidi ditetapkan tersangka hasil pengembangan kasus tersebut. [sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar