Hukum & Kriminal

Kena PHK, Pasutri Asal Candi Sidoarjo Bisnis Edarkan Sabu-sabu

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kedapatan menyalahgunakan sabu-sabu, Darmo Kerto Raharjo, (37) dan Hanik Irawati, (29) pasutri asal Perum Bumi Cabean Asri Blok K-3, Desa Kalipecabean, Kec. Candi, diringkus anggota Satnarkoba Polresta Sidoarjo.

Kasat Resnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto mengatakan,
penangkapan pasutri itu awalnya anggota Satreskoba menangkap Hanik Irawati saat melakukan transaksi sabu-sabu di area pergudangan Safe N Lock Jalan Lingkar Timur Sidoarjo.

“Anggota kami menemukan satu poket sabu dengan berat 0,34 gram dari tangan Hanik,” kata Kompol Sugeng Selasa (25/6/2019)

Narkoba itu disimpan oleh tersangka dalam kertas warna silver, mirip bungkus rokok. Tersangka Hanik saat di tangkap berada di kawasan pergudangan. “Ia akan melakukan transaksi dengan seseorang, tapi keburu ditangkap anggota,” ungkapnya.

Saat di periksa, asal muasal barang haram itu, Hanik menyatakan barang haram itu adalah milik Darno yang tak lain adalah suaminya.

“Berbekal keterangan tersangka, anggota langsung membawa Hanik untuk menunjukkan tempat persembunyian Darmo,” tegasnya.

Anggota berhasil meringkus Darmo saat berada di rumahnya. Tak hanya itu, polisi juga berhasil menemukan barang bukti penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu dari tangan Darno. Diantaranya 7 poket sabu siap edar dengan berat total 2,8 gram berhasil disita.

Polisi juga mengamankan satu unit handphone merk Oppo milik Darmo yang biasa digunakan untuk berkomunikasi dengan para pelanggannya. “Kita temukan timbangan elektrik juga,” rinci Sugeng.

Sugeng juga menyesalkan, pasutri yang sudah berkeluarga hampir sepuluh tahun itu memang sudah tau sama tahu jika melakukan bisnis kotor. Seharusnya sebagai pasutri bisa saling menasehati agar melakukan bisnis yang baik.
“Uang hasil jualan sabu-sabu juga digunakan untuk makan sehari-hari,” jelasnya menirukan pengakuan kedua tersangka.

Sementara itu, Darno mengaku jika baru sekitar tujuh bulan menjalankan bisnis haram itu. Namun dirinya telah banyak mengambil sabu dengan cara ranjau di beberapa tempat di Sidoarjo.

Antara lain di depan Mpu Tantular, daerah Gedangan dan Juanda. “Habis di PHK, jadi gak punya pekerjaan,” aku mantan karyawan perusahaan konstruksi itu ditirukan Sugeng.

Disisi lain, Hanik lebih memilih diam menyesali perbuatannya. Ia hanya merasa malu dan rindu terhadap anak perempuanya yang telah berumur 8 tahun. “Putri saya, tak titipkan ke budhe,” singkatnya. (isa/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar