Hukum & Kriminal

Kejari Ponorogo Tunggu Putusan Relaas 9 Kasus Korupsi di Ponorogo

Kasi Pidsus Kejari Ponorogo Farkhan Junaidi.(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo terus berupaya mengirim surat kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Jawa Timur dan Mahkamah Agung (MA). Terkait dengan beberapa kasus korupsi yang belum tuntas penindakannya. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses banding dan kasasi.

”Tercatat ada 9 kasus yang kini masih menunggu kejelasan. 5 kasus dalam proses banding dan sisanya menunggu kasasi,” kata Kasi Pidsus Kejari Ponorogo Farkhan Junaidi, Senin (9/12/2019).

Tindak lanjut atas tunggakan kasus-kasus itu, kata Farkhan pihaknya rutin mengirimkan surat kepada 2 institusi tersebut 3 bulan sekali. Dia menyebut selama relaas putusan banding maupun kasasi belum turun, Kejari Ponorogo hanya bisa menunggu dan sembari berkirim surat untuk meminta relaas putusan pengadilan atas kasus-kasus tersebut. Yang biasanya disampaikan melalui pengadilan negeri Ponorogo.

”Ya sementara kami menunggu hasil  keputusan dari pengadilan dan MA,” kata pria yang belum genap 2 minggu  menjabat sebagai Kasi Pidsus di Kejari Ponorogo tersebut.

Farkhan menjelaskan 5 kasus dalam proses banding ini, diantaranya
mantan ketua Organda Ponorogo Ibnu Malik dan pensiunan PNS Dishub Joko Santoso terpidana kasus suap rekrutmen  tenaga siluman di Dinas Perhubungan  tahun 2011 senilai Rp 100 juta. Dan yang terbaru, Wanda Cristina terpidana kasus korupsi benih padi pada tahun 2017 yang  merugikan negara senilai Rp 1,3 miliar.

Sementara itu untuk 4 kasus kasasi, kata Farkhan pertama mantan Dirut RSUD dr Harjono Ponorogo Yuni Suryadi terpidana kasus korupsi RSUD tahun 2013. Kedua, mantan Kades Japan Kecamatan Babadan Haryono Eko Putro terpidana korupsi Dana Tanah Kas Desa ( TKD) tahun 2013 – 2015. Kemudian korupsi Bank Pasar tahun 2014 dengan terpidana Edi Purwanto.

”Dan yang terakhir, kasus suap Polsek Sambit pada tahun 2017 senilai Rp 2,8 juta dengan terpidana Eko Setyo. Semoga  segera ada keputusan biar kasus-kasus tersebut tuntas,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar