Hukum & Kriminal

Kejari Kota Mojokerto Tahan Mantan Direktur PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Setelah menjalani proses pemeriksaan selama enam jam, akhirnya tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto menahan mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Maja Tirta Kota Mojokerto, Trisno Nurpalupi (48). Proses pemeriksaan sendiri selama enam jam.

Tersangka datang ke kantor Kejari Kota Mojokerto di Jalan By Pass, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto sekira pukul 09.00 WIB. Tersangka menjalani pemeriksaan di ruang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Mojokerto hingga pukul 15.00 WIB.

Setelah proses administrasi selesai, dengan menggenakan rombi warna orange, tersangka dikelar ke mobil tahanan milik Kejari Kota Mojokerto menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Kota Mojokerto di Jalan Taman Siswa, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto, B Dwi Hatmoko mengatakan, tersangka terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan penyalahgunaan pengelolaan dana penyertaan modal Kota Mojokerto tahun 2013 sampai 2015 untuk PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto dan dana kas PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto.

“Hari ini, berdasarkan penetapan tersangka dari Kepala Kejari Kota Mojokerto telah menetapkan tersangka atas nama Trisno Nurpalupi. Sebagai Direktur PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto tahun 2013-2017 dan hari ini juga dilakukan penahanan,” ungkapnya, Selasa (8/1/2019).

Masih kata Kasi Intel, tersangka dilakukan penahanan sampai 20 hari kedepan. Kasi Intel menambahkan, jika perkara tersebut masih dalam pendalaman. Sementara kerugian akibat perkara dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka sampai Rp1 miliar.

“Terkait apakah ada tersangka lain, masih dalam proses pendalaman teman-teman penyidik. Apapun hasil penyidikan, nantinya teman-teman akan mengetahui karena akan kami update kembali,” tegasnya.

Sekedar diketahui, tahun 2013 Pemkot Mojokerto menggerojok PDAM Maja Tirta hingga Rp5 miliar. Dana bertajuk penyertaan modal tersebut terus diulang di tahun 2014 dengan besaran Rp5 miliar, tahun 2015 juga sebesar Rp5 miliar dan tahun 2016 sebesar Rp5 miliar.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar