Hukum & Kriminal

Korupsi Kredit BRI Rp 10 Milyar

Kejaksaan Surabaya Tetapkan Nur Cholifah Sebagai DPO

Surabaya (beritajatim.com) Penyidik pisana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menetapkan Nur Cholifah sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), Cholifah merupakan tersangka baru dalam kasus korupsi kredit modal kerja (KMK) di Bank BRI cabang Surabaya Manukan Kulon sebesar Rp 10 miliar.

Kasipidsus Kejari Surabaya, Heru Kamarullah mengatakan, bahwa tersangka Nur Cholifah tidak kooperatif dan mangkir dari proses penyidikan.

“Tersangka NC ini memang tidak kooperatif, sudah beberapa kali dipanggil tapi tidak datang. Dan sudah kami nyatakan DPO, saat ini dalam pencarian tim penyidik,” kata Kasipidsus Heru Kamarullah, Senin (15/7/2019).

Untuk diketahui, Nur Cholifah ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidikan melakukan gelar perkara atas alat bukti dan keterangan dua tersangka lainnya, yakni Lanny Kusumawati Hermono dan Nanang Lukman Hakim (berkas perkara terpisah).

Dalam kasus ini, Nur Cholifah diketahui sebagai broker dana talangan. Ketika debiturnya tidak bisa membayar, Ia mengalihkan jaminan debiturnya berupa sertifikat ke tersangka Lanny Kusumawati Hermono dan tersangka Nanang Lukman Hakim.

Ketika disetujui oleh pihak debitur atas pengalihan jaminan sertifikat itu, Nur Cholifah bersama Lanny Kusumawati dan Nanang Lukman Hakim justru mengalihkan jaminan sertifikat tersebut ke BRI, dengan memakai dokumen dokumen palsu yang telah disiapkan oleh tersangka Nur Cholifah. [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar