Hukum & Kriminal

KBS: Video Penganiayaan Orang Utan di Medsos itu Hoax

Surabaya (beritajatim.com) – Manajemen Kebun Binatang Surabaya (KBS) membantah terkait munculnya isu penganiayaan terhadap dua satwa primata, Orang Utan yang sempat viral di salah satu media sosial, Instagram.

Bahkan menurut Wini Hustiani, Kasi Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS), postingan video yang menyebar tersebut, murni adalah hoax atau tidak benar.

Untuk itu, Wini sangat menyayangkan tindakan netizen yang dinilai kurang bijak. “Silahkan, boleh-boleh saja memvideokan seperti itu kalau memang benar adanya,” kata Wini.

Memang, kata Wini, dirinya membenarkan bahwa lokasi pengambilan video tersebut berlokasi di salah satu kandang Orang Utan di KBS.

Wini menjelaskan, di kandang itu memang ditempati dua primata, Orang Otan kakak beradik yakni Rizky (6), Orang Utan Jantan (6) dan Damai (8), Orang Utan Betina. “Mereka berdua ini tingkahnya aktif banget, layaknya anak kecil seumuran mereka,” katanya.

Dan saat itu, lanjut Wini, karena hari sudah sore, keduanya digiring oleh sang keeper masuk ke dalam kandang tidurnya. Diawali dengan Rizky, sang adik, kemudian baru disusul sang kakak, Damai.

Kala itu Risky tidak cepat masuk, sehingga Damai masuk lebih dulu. Entah mungkin karena sedang bad mood, Rizky tiba-tiba mencengkeram lengan Damai.

Mengetahui hal itu, keeper yang kebetulan sedang berada di dalam kandang, secara refleks langsung mengambil tindakan dengan memukulkan selang air ke lantai dan dinding kandang. “Saat itu saya reflek memukulkan selang air agar mencegah perkelahian dua primata itu lebih lanjut,” kata Jafar, keeper Rizky dan Damai.

Alhasil, melihat video yang tersebar itu, Jafar pun angkat bicara. “Yang terdengar dalam video itu merupakan suara pukulan selang air ke lantai, bukan ke tubuh primata dilindungi tersebut,” ujarnya

Sebab, lanjutnya, Orang Utan akan berhenti berkelahi bila mendengar suara seperti pukulan selang air seperti yang dilakukannya yang sudah menjadi isyarat berhenti bagi mereka, Orang Utan. “Sebenarnya sih disemprot air. Kan suara semprotan air itu juga bisa membuat takut dan menghentikan Orang Utan itu. Tapi berhubung jarak selang air, terlalu jauh dari jangkauan keeper, alhasil refleks keeper seperti itu saja,” tambah Wini.

Pun demikian, kondisi Rizky dan Damai saat ini masih dalam kondisi sangat baik. Setelah kejadian itu, pihak kesehatan sudah memastikan tidak ditemukan luka ataupun lainnya. “Bahkan kemarin waktu ada rekan-rekan media dari TV meliput, Risky dan Damai pun terlihat berpelukan dan asik-asik saja,” jelas Wini.

Perlu diketahui, di media sosial Instragram, Minggu (23/6/2019) lalu, sempat tersebar postingan video instastory yang memperlihatkan dugaan penganiayaan terhadap dua primata, Orang Utan di KBS.[mfr/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar