Hukum & Kriminal

Kasus Romy, KPK Panggil Rektor dan Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya

Romahurmuziy

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah rektor dan guru besar Universitas Islam Negeri dalam penyidikan kasus TPK suap terkait dengan Seleksi Jabatan di Lingkungan Kementerian Agama tahun 2018-2019. Termasuk Rektor dan Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, hari ini penyidik memanggil Profesor Ali Mudlofir (Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya), Profesor Masdar Hilmy (Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya), dan Profesor Akh Muzakki (Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Ampel Surabaya). “Selain itu, penyidik juga memanggil Dr Syarif (Rektor IAIN Pontianak), Dr Wajidi Sayadi (Dosen IAIN Pontianak), Dr Hermansyah (Wakil Rektor I IAIN Pontianak), dan Profesor Warul Walidin (Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh),” kata Febri, Senin (17/6/2019).

Menurut Febri, KPK mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah calon Rektor UIN sebagai saksi hari ini. “Keterangan mereka dibutuhkan dalam perkara dengan tsk RMY (Romy),” ujarnya.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Romahurmuziy (Romy) yang merupakan anggota DPR dan eks Ketua Umum PPP, sebagai tersangka dugaan suap. Dia diduga menerima Rp 300 juta terkait proses seleksi jabatan di Kemenag.

Uang itu diduga berasal dari Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin, yang juga sudah menjadi tersangka. Rinciannya, Rp 50 juta dari Muafaq dan Rp 250 juta dari Haris Hasanuddin.

Uang itu diduga ditujukan agar Rommy membantu proses seleksi yang diikuti Haris dan Muafaq. KPK pun menduga Rommy bekerja sama dengan pihak internal Kemenag untuk membantu proses seleksi Haris dan Muafaq.

Romy ditetapkan sebagi tersangka penerima suap. Kemudian MFQ (Muhammad Muafaq Wirahadi) Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan HRS ((Haris Hasanuddin) Kepala Kantow Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, diduga sebagai pemberi suap. (hen/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar