Hukum & Kriminal

Kasus Penjarahan Kotak Suara di Sampang Memasuki Gelar Perkara

Sampang (beritajatim.com) – Masih dengan penjarahan kotak surat suara di TPS 13 Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, saat proses pemungutan suara 17 April 2019. Dua pelaku diketahui berinisial Y (35) dan R (20), keduanya merupakan warga desa setempat.

Mereka melakukan penjarahan kotak suara diduga karena salah satu kontestan legislatif yang didukungnya terancam kalah. Ketua Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sampang, Insiatun mengatakan, kasus penjarahan yang terjadi di TPS 13 Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, sudah memasuki tahap gelar perkara pertama.

Namun, untuk memastikan kasus tindak pidananya, Bawaslu masih melakukan investigasi bersama melalui Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang di dalamnya terdiri dari Bawaslu, Kejaksaan dan Kepolisian. “Kami masih gelar perkara yang pertama dengan Gakkumdu serta melakukan investigasi,” tuturnya, Senin (22/4/2019).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, penjarahan kotak surat suara yang dibawa kabur oleh dua pelaku berinisial Y dan R, menggunakan mobil Ertiga warna silver bernopol M 1697 HI. Bahkan, saat kabur, kendaraan pelaku nyaris menabrak truk Dalmas milik polisi yang melakukan penghadangan.

Namun, kejadian dramatis itu berakhir saat petugas gabungan menutup jalan raya hingga mobil yang dikendarai pelaku terjebak dkaran tidak bisa bergerak maju maupun mundur. Tak hanya itu, mobil pelaku mengalami rusak parah pada bagian kaca. [sar/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar