Hukum & Kriminal

Kasus Pelecehan Seksual Pekerja Pabrik Krupuk Berakhir Damai

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak tiga orang pekerja perempuan pabrik krupuk menjadi korban pelecehan seksual di Mojokerto. Pelecehan seksual yang alami pekerja CV Panda Mulya Sentosa ini diduga dilakukan oleh pengawas produksi pabrik kerupuk.

Ketiga korban mendatangi Mapolsek Pungging untuk menjalani mediasi dengan pelaku dan pihak perusahaan beserta tiga pilar. Pelaku yakni Eko Christian Nawawi alias Kosun (55) warga Dusun Plamburan, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Kanit Reskrim Polsek Pungging, Aiptu Ngumar Supandi mengatakan, kasus tersebut merupakan perbuatan tak senonoh. “Pelaku memegang pantat maupun payudara para korban. Awalnya ada dua korban, setelah kami tanyai ternyata ada tiga korban,” ungkapnya, Rabu (24/4/2019).

Masih kata Kanit, ketiga korban tidak menghendaki melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto. Namun menuntut perusahaan tempatnya bekerja agar mengeluarkan pelaku dari perusahaan.

“Namun setelah dilakukan mediasi, kasus ini berakhir damai setelah ketiga korban dan diduga pelaku menandatangani surat pernyataan di Polsek Pungging. Pelaku bersedia mengundurkan diri dari perusahaan dengan membuat surat pengunduran diri,” jelasnya.

Kapolsek Pungging, AKP Suwiji menambahkan, dalam kasus tersebut tidak ada tersangka karena kasus tersebut sudah diselesaikan oleh pabrik dan tigq pilar desa. “Kami disini, hanya memfasilitasi saja,” pungkasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar