Hukum & Kriminal

Kasus Mutilasi Guru Tari Kediri, Pelaku Potensi Bertambah

Kediri (beritajatim.com) – Polda Jawa Timur memperpanjang masa penahanan kedua tersangka kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadai Budi Hartanto, guru tari asal Kota Kediri. Upaya hukum tersebut ditempuh kepolisian karena membutuhkan waktu untuk melengkapi bukti-bukti baru dan keterangan saksi.K

Kuasa hukum tersangka, Taufiq Dwi Kusuma mengatakan, perpanjangan masa penahanan dilakukan kepolisian, pada akhir bulan Ramadan lalu. “Polisi memperpanjang masa penahanan tersangka Aris dan Azis selama 20 hari. Alasannya, polisi perlu melengkapi bukti-bukti,” kata Taufiq Dwi Kusuma, Rabu (12/6/2019).

Masih kata advokat muda Kediri ini, kepolisian perlu melengkapi bukti baru serta menggali keterangan saksi yang dimungkinkan bertambah. Penambahan jumlah tersangka didasarkan pada hasil rekonstruksi akhir April lalu.

Dalam rekonstruksi di sejumlah lokasi berbeda itu, dimulai dari sanggar tari CK Dancer di GOR Jayabaya milik korban, diketahui adanya keterlibat saudara salah satu tersangka. Dimana, saksi yang berpotensi menjadi tersangka ini turut menyembunyikan sepeda motor milik korban.

Namun, lebih lanjut menurut Taufiq, pria tersebut dalam melakukan upaya penyembunyian barang bukti tersebut tidaklah dilakukan secara langsung, melainkan perintah dari tersangka. Sehingga, ia merasa takut dan melakukan hal tersebut. Untuk itu ia berharap ada kebijaksanaan dari pihak kepolisian untuk mempertimbangkan keikutsertaan saudara tersangka itu.

Sementara itu terkait penerapan pasal, imbuh Taufiq, kedua tersangka dijerat dengan pasal mengenai pembunuhan tanpa direncanakan. Menurut Taufiq, Tidak ada hal dalam rekonstruksi waktu yang menerangkan adanya pembunuhan berencana tersebut.

Sebelumnya, seorang guru honorer SD sekaligus guru tari asal Kelurahan Tamanan, Kota Kediri ditemukan tewas di bawah jembatan Udanawu, Blitar. Jasad korban tanpa bagian kepala.

Pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku pembunuhan yang tak lain, pacar sesama jenis korban dan temannya. Sementara motiv pembunuhan, karena korban meminta uang jasa hubungan sesama jenis kepada pelaku yang berujung pada tindak kekerasan. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar