Hukum & Kriminal

Kasus Investasi Bodong, Polisi Akan Jemput Paksa Petinggi PT RHS

Korban saat melapor ke SPKT Polres Kota Mojokerto beberapa waktu lalu. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Pihak Satreskrim Polres Kota Mojokerto bakal menjemput paksa salah satu petinggi PT Rofiq Hanifah Sukses (RHS) berinisial DW. Jemput paksa tersebut dilakukan lantaran dua kali DW mangkir dari panggilan penyidik.

Kasat Reskrim Polres Kota Mojokerto, AKP Ade Warokka mengatakan, Senin (9/9/2019) seharusnya DW memenuhi panggilan kedua penyidik, namun yang bersangkutan kembali mangkir. “Panggilan kedua sudah dilayangkan dan hari ini harusnya hadir,” ungkapnya.

Masih kata Kasat, pihaknya sudah dua kali melayankan surat panggilan kepada terlapor DW. Namun, status pemanggilan ini masih sebatas saksi terlapor. Kasat menyatakan, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penipuan berkedok investasi bodong ini.

“Karena yang bersangkutan tak memenuhi panggilan kedua, kami akan tindaklanjuti dengan membawa saksi. (Jemput paksa, red) begitu kira-kira kasarannya, tapi secara administrasi yakni dengan surat perintah membawa saksi,” katanya.

Hingga saat ini, pihaknya hanya memangil satu saksi terlapor dahulu, yaitu DW yang merupakan Kepala Cabang PT RHS, sebelum mengembangkan kepada siapa saja yang terlibat. Status pemanggilan DW masih sebatas saksi terlapor.

“Surat panggilan sudah sampai, kami kirimkan ke rumah. Karena kantornya sudah tutup. Untuk tersangka belum, sejauh ini masih sebatas saksi,” tuturnya.

Kasus dugaan investasi bodong di PT RHS itu sudah naik ke tingkat penyidikan. Peningkatan status penyidikan tersebut setelah polisi mengantongi dua alat bukti dalam kasus dugaan penipuan berkedok investasi itu. Pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi terlapor.

“Saksi korban sudah 39 orang yang diperiksa. Untuk unsur pidana berdasarkan laporan sudah ada. Bukti permulaan yang cukup sudah ada. Jadi di sini (pasal) 378 dan (pasal) 372, namun (pasal) 378 yang kami perioritaskan,” tegasnya.

Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memanggil saksi terlapor lain. Meski dalam laporannya, pihak pelapor menyebutkan ada beberapa nama yang diduga terlibat dalam investasi bodong itu. “Memang dia (pelapor) sudah menyebutkan, namun untuk sementara kami masih memanggil satu saksi terlapor. Itu yang kita prioritaskan. Tapi nanti akan kami kembangkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, puluhan korban investasi PT Rofiq Hanifah Sukses (RHS Group) di Mojokerto mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kota Mojokerto, Selasa (3/9/2019). Mereka melaporkan PT RHS Group setelah menjadi korban investasi bodong.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar