Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Kecurangan Pilkades Dilimpahkan ke Polresta Kediri

Kediri (beritajatim.com) — Polsek Tarokan melimpahkan kasus dugaan kecurangan yang dilakukan oleh tim sukses salah satu calon kepala desa (Cakades) Tarokan ke Polresta Kediri. Pelimpahan kasus tersebut dilakukan dengan berbagai alasan, salah satunya faktor minimnya jumlah SDM penyidik yang ada di polsek.

“Di Polsek hanya ada beberapa SDM. Sedangkan di Polres lebih banyak, serta lebih senior dalam menangani kasus tersebut. Makanya kami limpahkan ke Polres,” kata Kapolsek Tarokan, AKP Sukarman, Minggu (27/10/2019).

Kasus dugaan kecurangan dalam tahapan Pilkades Tarokan ini berasal dari laporan masyarakat. Salah satu pelapor adalah Bambang, yang juga salah satu kandidat. Pelaporan secara resmi dilakukan warga di Polsek Tarokan, pada Sabtu (26/10/2019) malam.

Ratusan warga meluruk Markas Polsek Tarokan. Mereka menuding adanya praktek kecurangan yang diduga dilakukan oleh beberapa orang tim sukses Cakades berinisial SP. Dimana, sejumlah timsukses meminta undangan mencoblos milik warga.

Salah satu warga yang diminta undangannya adalah Wagimen, asal Dusun Gebang Kerep, Desa Tarokan. Hari ini, pria 45 tahun itu dipanggil oleh Penyidik Satreskrim Polresta Kediri untuk dimintai keterangan.

“Saya tidak ada di rumah, karena kerja. Anak saya yang memberikan undangan tersebut. Undangan itu diminta oleh SY, masih kerabat,” ujar Wagimen di Mapolresta Kediri.

Ada empat lembar undangan mencoblos milik Wagimen, istri dan dua anaknya yang diminta SY. Adapun alasannya hanya untuk diamankan. Nantinya, undangan akan diberikan saat hendak pergi ke TPS untuk menggunakan hak pilih.

“Alasannya hanya diamankan. Tidak ada iming iming apapun,” imbuh Waginem. Secara pribadi Waginem tidak sepakat apabila undangannya diminta. Tetapi karena sedang tidak ada di rumah, dirinya tidak tahu.

Selain Waginem, warga lain yang dipanggil Polresta Kediri adalah Jumadi, tetangganya. Undangan mencoblos miliknya diminta oleh KH, dengan alasan sama seperti SY kepada keluarga Waginem, yaitu untuk diamankan.

Jumadi memiliki tiga undangan yang terdiri dari miliknya, istri dan anaknya. Ketiganya diminta oleh KH. “Saya tidak tahu KH kader atau timsuksesnya siapa. Saya juga tidak mau menuduh,” kata Jumadi.

Satreskrim Polresta Kediri juga memintai keterangan Bambang sebagai pelapor dalam kasus tersebut. Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Hanif Fatih Wicaksono mengaku, masih menyelidiki kasus tersebut.

Sebelumnya, H-3 jelang pemilihan kepala desa, ratusan warga Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri meluruk kantor polsek setempat, pada Sabtu (26/10/2019) malam.

Warga melapor adanya salah satu kader calon kepala desa yang kedapatan meminta sejumlah surat panggilan pencoblosan, untuk kepentingan pribadi salah satu calon.

Sempat terjadi ketegangan dalam peristiwa ini. Bermula ketika seorang panitia pemilihan yang hendak kabur. Namun dihadang oleh warga. Tetapi akhir dapat diredam oleh pihak kepolisian. [nng/ted].

Apa Reaksi Anda?

Komentar