Hukum & Kriminal

Kasat Lantas Polresta Sidoarjo: Dengan IT, Masyarakat Bisa Peroleh SIM Lebih Mudah

Sidoarjo (berotajatim.com) – Satlantas Polresta Sidoarjo menanggapi keluhan warga Sidoarjo, dalam permohonan Surat Ijin Mengemudi (SIM) baru. Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Fahrian Saleh Siregar menjelaskan, sistem permohonan SIM yang diadakan di Satlantas Polresta Sidoarjo dengan menggunakan kecanggihan tekhnologi.

“Pelayanan permohonan SIM baru dengan kecanggihan tehnologi, dinilai memudahkan masyarakat Sidoarjo,” katanya saat beraudiensi dengan sejumlah warga.

Dia menambahkan, Polresta Sidoarjo beserta jajarannya bertekad memberikan pelayanan publik yang terbaik. Dengan cara menciptakan berbagai inovasi baru dari perubahan pelayanan manual menjadi berbasis aplikasi.

“Sidoarjo punya yang namanya SIM elektronik alias E-SIM. Dimana pembuatan SIM berbasis aplikasi tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan memperpanjang SIM maupun pembuatan SIM baru,” jelasnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi adanya antrean panjang, masyarakat bisa memperpanjang SIM nya diberbagai tempat, seperti SIM corner yang ditempatkan dibeberapa titik. Mulai di Sidoarjo Utara, Selatan, Barat, Timur dan Sidoarjo pusat. Bahkan, masyarakat juga bisa memperpanjang SIM nya di malam hari yakni di Transmart Sidoarjo.

“Sistem yang sekarang sudah berbeda dengan sistem yang dulu. Jadi, anggapan membuat SIM sulit terbantahkan,” tegasnya.

Ia menceritakan, ada keluhan warga masuk berkaitan bahwa membuat SIM di Sidoarjo sulit. Berkaitan dengan kejadian pada saat operasi patuh Semeru, banyak pengendara yang ditilang polisi gara-gara enggak punya SIM. “Penilangan itu tidak hanya berkaitan dengan SIM saja,” terangnya.

Ada delapan prioritas pelanggaran yang menjadi fokus Satlantas Polresta Sidoarjo dalam Operasi Patuh Semeru 2019. Diantaranya, helm SNI, berkendara dengan menggunakan handphone, dibawah umur, melebih batas kecepatan, terpengaruh alkohol, melawan arus dan menggunakan lampu rotator/strobo. “Ketika ditilang masalah SIM, itu hanya efek domino saja. Jadi, silahkan disampaikan kepada masyarakat bahwa membuat SIM di Sidoarjo itu mudah,” tandasnya.

Sementara, Ketua LSM Seven Gab, Isdianto mengungkapkan bahwa dirinya sempat menerima aduan dari masyarakat bahwa membuat SIM sulit di Sidoarjo. Selain itu, ia juga melihat banyaknya antrean pengendara di Kejari Sidoarjo untuk mengambil tilang.

“Saya rasa anggapan kami memang demikian, pengurusan SIM di Sidoarjo selama ini sulit. Tapi setelah mendengar penjelasan dari Kasat, ternyata juga tidak sulit. Hanya saja, kita butuh belajar dan benar-benar mematuhi agar bisa lulus memperoleh SIM,” papar Isdianto usai pertemuan. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar