Hukum & Kriminal

Kapolresta Kediri Antisipasi Botoh Pilkades 2019

Kediri (beritajatim.com) – Polresta Kediri membentuk sebuah tim khusus untuk mengantisipasi botoh atau praktek perjudian dalam Pilkades serentak 30 Oktober 2019 besok. Timsus berasal dari fungsi reserse kriminal dan intelijen.

“Tim khusus yang kita bentuk, inisiasinya untuk antisipasi botoh. Dari, intel dan reskrim. Sementara untuk patrolinya dari Sabhara dan personil stand by di Polres,” kata Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana.

Meskipun hingga saat ini belum ditemukan botoh, timsus terus bekerja optimal di lapangan. Selain itu, pihaknya juga memaksimalkan patroli sambang dari gabungan Polsek jajaran dan koramil.

“Pengamanan terus kita lakukan melalui Tiga Pilar dari koramil, camat dan polsek. Kemudian Babinsa dan Bhabinkamtibmas tiap malam sambang calon kepala desa yang ada. Mereka pendekatan dan kita singkirkan botoh yang menganggu jalannya pilkades,” beber Miko.

Terpisah, Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengakui, masih adanya indikasi praktek uang atau money politic dalam pilkades. Pihaknya mengimbau, meskipun ada iming-iming uang, tetapi masyarakat harus selektif dalam memilih calon.

“Yang tidak bisa dihindari politik uang. Kelakuannya kurang baik, tetapi bayar mahal. Menerima uang silakan, tetapi yang dipilih orang yang terbaik,” kata dr. Hj. Haryanti Sutrisno.

Diketahui di wilayah hukum Polresta Kediri, ada 51 desa penyelenggara pilkades, tersebar pada lima wilayah kecamatan masing-masing Mojo, Semen, Grogol, Banyakan dan Tarokan. Para calon kepala desa telah melaksanakan deklarasi damai untuk situasi aman dan kondusif.

Meskipun demikian, kepolisian menerjukan ratusan personilnya dalam pengamanan, yang akan dibantu oleh pasukan TNI dan brimob. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar