Hukum & Kriminal

Kapolres Lumajang Pantau Jalur Tambang Pasir

Lumajang (beritajatim.com) – – Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban memimpin anggotanya untuk mengecek jalur tambang sekaligus meredam gejolak warga Desa Jarit, Kecamatan Candipuro atas penutupan jalur tambang, Rabu (20/2/2019).

Warga yang menutup jalan desa sempat mendapat intimidasi dari para sopirmenginginkan jalan dibuka.

Kapolres bersama Rombonganterdiri dari kendaraan motor trail, mobil dan juga truk mendatangi warga Desa Jarit yang memiliki portal untuk memblokade akses bagi armada penambang pasir. Sempat terjadi diskusi kecil antara Kapolres dengan warga mengenai tak ada truk boleh melewati portal tersebut.

Kapolres mengatakan, jalan desa tak boleh dilalui oleh armada penambang pasir.jika memang ada truk yang berani melintas, silahkan lapor ke dirinya ataupun pihak Polsek Candipuro. ” Jalan desa tak boleh dilalui oleh truk pasir satupun,” ungkap Arsal.

Rombongan Kapolres pun melanjutkan menuju ke areal penambangan pasir. Kapolres sempat berdiskusi dengan sopir truk yang merasa dirugikan dengan penutupan jalan desa tersebut.
“Saya sangat memaklumi perasaan bapak bapak disini. Namun demikian, bapak bapak harus menyadari bahwa penutupan jalur ini juga untuk kebaikan bersama,” jelasnya.

Pemerintah kabupaten sudah berjanji dalam waktu tak sampai 3 minggu akses khusus jalur armada Truk pasir sudah jadi. Polres Lumajang sangat berharap agar para sopir lebih bersabar.

“Bupati berupaya jalan khusus untuk armada tambang bisa segera selesai. hargai upaya pemerintah yang sudah berusaha membuatkan jalan. hanya butuh bersabar sebentar,” tegas Arsal. (har/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar