Ekbis, Hukum & Kriminal

Kapolres Lumajang Hentikan Penyidikan Carok Rebutan Janda

Lumajang (beritajatim.com) – Kasus carok yang melibatkan Solikin (40) warga Desa/Kecamatan Pasirian dengan Mahfud (30) warga Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian dihentikan penyidikannya oleh Polres Lumajang. Pasalnya, keduanya memilih berdamai dan mengakui kesalahannya.

Tatik (40) seorang janda asal Desa Lempeni Kecamatan Tempeh yang jadi rebutan kedua pelaku carok juga tak memilih salah satu dari mereka. Hal ini disampaikan dihadapan Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban di lobi kerjanya, Selasa(5/3/2019.

“Solikin dan Sdr Mahfud telah menyadari kesalahan mereka dan memilih jalur damai. mereka berdua juga masih memiliki anak yang harus dihidupi, sehingga jauh lebih bijak bila kasus tidak kami lanjutkan atas dasar Restorative Justice,” ungkap Kapolres.

Masih kata dia, kasus ini diselesaikan pidana di luar peradilan. Apalagi mereka sebenarnya sebagai pelaku juga sebagai korban dalam kasus ini. “Saya berharap semoga tidak ada lagi menyelesaikan masalah dengan cara carok dilumajang,” terang Arsal.

Kapolres berharap kejadian carok untuk memperebutkan perempuan lain tidak lagi terjadi. Seharusnya Mahfud danSolikin dikenakan Pasal 184 ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun. “Demi rasa kemanusiaan tindak pidana kasus carok tersebut dihentikan,” tegasnya. (har/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar